Ahad, 16 Juni 2019 11:13

Guru MDA Penderita Kanker Usus Dirujuk Dinkes Kampar ke Jakarta

Setelah melalui proses panjang, akhirnya guru MDA sekakigus imam masjid penderita kanker usus dirujuk Dinkes Kampar ke Jakarta.

Riauterkini-KAMPAR- Derita Anton Putra, pasien dengan tumor usus ganas di Lubuk Sakat, Kabupaten Kampar terjawab sudah. Guru MDA sekaligus Imam Masjid ini, bulan depan akan dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta, dengan biaya sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah Daerah (Pemda).

Kabar baik ini langsung disampaikan oleh Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Kampar, saat berkunjung ke kediaman Anton Putra di Desa Lubuk Sakat, Sabtu 15 Juni 2019. 

"Setelah semua administrasi kita selesaikan, bulan depan Pak Anton akan kami rujuk ke RS Cipto Jakarta. Dengan biaya sepenuhnya ditanggung oleh Pemkab Kampar sharing bersama Pemprov Riau," tutur Essy Desmita SKM, Kepala Seksi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Dinkes Kabupaten Kampar Sabtu kemarin.

Lebih lanjut Essy menjelaskan langkah awal yang dilakukannya adalah mengganti BPJS mandiri yang dimiliki oleh Anton Putra menjadi BPJS dengan sistem Penerima Bantuan Iuaran (PBI) pemerintah daerah. 

"Kita tidak ingin niat baik ini rusak gara-gara kesalahan administrasi. Jadi semuanya kita betulkan terlebih dahulu agar semuanya bisa berjalan lancar pada saat Anton melaksanakan proses pengobatan di Jakarta nanti," jelasnya.

Terakhir Essy menuturkan, untuk pembiayaan Anton Putra ke Jakarta semuanya ditanggung oleh Pemda, mulai dari proses keberangkatan, tiket pesawat sampai biaya hidup selama menjalani perawatan di Jakarta nantinya.

"Pak Anton fokus untuk berobat saja. Sebab, seluruh pembiayaan semuanya sudah kita tanggung," tutupnya.

Anton Putra sebelumnya sempat mengeluh karena biaya kemoterapi sebanyak 35 kali dengan biaya sebesar Rp 35 juta tidak bisa ditanggung oleh BPJS mandiri yang dimilikinya. Hal ini disebabkan alat kemoterapi di RSUD Arifin Achmad rusak, jadi dokter menyarankan untuk melakukan kemoterapi di RS Awal Bros Pekanbaru dengan biaya sendiri.

"Jadi karena biayanya cukup besar, keluarga menyarankan untuk mencari dana terlebih dahulu. Allhamdulillah, saya bersyukur Pemda khususnya Dinkes Kabupaten Kampar dan Dinkes Riau yang telah bersedia menanggung biaya pengobatan saya hingga selesai," ucapnya.

Alumni MAN 2 Model Galang Dana Untuk Anton

Di sisi lain mendengar kabar ini, almamater Anton Putra di Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Pekanbaru berinisiatif menggalang dana untuk meringankan beban biaya pengobatan Anton Putra. Hal ini terlihat dari sejumlah grup WhatsApp alumni yang melisting dana bantuan untuk Anton Putra.

"Kami dari alumni akan langsung mengantarkan bantuan yang sudah diamanahkan oleh kawan-kawan ke rumah Anton Putra," terang Dedi Marwan selaku koordinator penggalangan dana untuk Anton Putra dari Alumni MAN 2 Model Pekanbaru.

Sejumlah rekan-rekannya pun dari Kelas 2 A MAN 2 Model Pekanbaru, Sabtu 15 Juni 2019 kemarin tampak berkunjung sekaligus memberikan bantuan dana kepada Anton Putra di Desa Lubuk Sakat.*** (rls) 


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang