Sabtu, 15 Juni 2019 13:49

Pemerintah Desa di Kuansing Ditawari Aplikasi Digital

Bupati Mursini menawarkan aplikasi digital kepada pemerintah desa. Piranti pendukung pelayanan publik.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Nikola Indonesia Grup (IGD) bersama Pemkab Kuansing, lakukan ekpose aplikasi digital untuk ditawarkan kepada pemerintah desa yang ada di Kabupaten Kuantan Singingi, Jum'at (15/6/2019) kemarin di ruang Multi Media Kantor Bupati Kuantan Singingi.

Ekpose ini dihadiri langsung Bupati Drs. H. Mursini, M.Si di dampingi Asisten I Muhjelan, Asisten III DR. Agus Mandar dan Plt Kadis Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Drs. Nafisman, serta Para Camat beserta Forum Kades Kabupaten Kuantan Singingi dan Forum Kades Kecamatan.

CEO NIG  Grup Muhammad Pailus memaparkan, kegiatan ini diselenggarakan DISOSPMD dan Nikola Indonesia Grup didukung Pemkab Kuantan Singingi. Dengan adanya program ini diharapkan Desa-Desa yang ada di Kuansing, semakin terbuka wawasannya dengan digitalisasi guna mempercepat dan meningkatkan pelayanan publik.

Untuk diketahui kata Muhammad Pailus, NIG adalah sebuah perusahaan teknologi informasi yang bergerak dibidang pengembangan aplikasi dan solusi digital. Salah satu visi mereka adalah membantu desa lewat sistem administrasi digital,  pengembangan IT BUMDes dan pendampingan BUMDes.

"Nantinya yang melaksanakan kegiatan tersebut adalah Desa sebagai pelaksana, dan Pemda yang membantu lewat regulasi," terang putra kelahiran Talontam Benai itu seraya menambahkan bahwa NIG sudah membangun desa pintar dengan pilot project pertama yaitu Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah, menjadi desa terbaik se Indonesia yang PAD-nya 2016 mencapai 16 Miliyar.

Ekspose yang di samapaikan NIG ini direspon baik Pemkab Kuansing. Sebab, sejalan dengan itu Pemkab  Kuansing juga memiliki visi Smart, sebelumnya sudah pula ditandatangani  Memorandum of Understanding (MoU) dengan Walikota Bandung H Oded Muhammad Danial, SAP pada 13 Maret 2019 yang lalu, tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik sebagaimana di atur dalam Kepres nomor 95 tahun 2018.

"Saya berkeinginan Aplikasi IGF ini terintegrasi dengan Pemerintah Kabupaten Kuansing, sehingga bisa meningkatkan pelayanan publik yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel," ujar Bupati Kuansing Mursini.

Sementara, Mursini berharap, akan ada pemerintahan Desa yang berani tampil beda dengan mengedepankan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dikesempatan yang sama Plt. Kadis DISOSPMD Nafisman mengatakan, penggunaan aplikasi berbasis digital sebagai mana yang dijelaskan NIG tersebut dirasa sangat penting, karena kedepan semua layanan pemerintahan akan berbasis data digital.

Namun itu kata dia terpulang kepada pemerintahan desa sebagai user aplikasi tersebut. "Kalau desa ingin punya keunggulan yang lebih dari desa lainnya, maka desa perlu ada inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan seperti pelayanan berbasis digital ini," paparnya.

Untuk diketahui seluruh Desa di Kecamatan Singingi Hilir sudah melakukan kontrak kerja dengan penyedia aplikasi sejenis, direncanakan launching tanggal  20 Juni mendatang. Begitu juga dengan Desa Talontam Kecamatan Benai juga sudah kontrak dengan NIG.

Kemudian, saat di tanyakan apakah aplikasi NIG tersebut sama dengan Icon Plus yang perna kerjasama dengan pemerintahan desa beberapa tahun terakhir? Nafisman menjelaskan terdapat perbedaan. "Nikola adalah penyedia aplikasi pelayanan/penyelenggaraan pemerintahan Desa, sedangkan icon+ adalah penyedia jaringan internet," jelasnya.* (rls/Jok)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang