Kamis, 13 Juni 2019 18:22

Ditetapkan Tersangka, Komisioner Bawaslu Inhu Gugat Polisi dan Jaksa

Komisioner Bawaslu Sovia Warman menggugat polisi dan jaksa dengan mengajukan praperadilan. Ia keberatan dengan penetapan tersaangka kasus penggelembungan suara.

Riauterkini-RENGAT-Pasca ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penggelembungan suara, seorang komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Riau, Sovia Warman, menggugat polisi dan jaksa dengan mengajukan permohonan praperadilan.

Gugatan praperadilan yang dilakukan komisioner Bawaslu Inhu Sovia Warman melalui kuasa hukumnya, Dodi Fernando SH disampaikan ke Pengadilan Negeri Rengat, Rabu (12/6/19) dengan termohon 1 Kasat Reskrim Polres Inhu, termohon 2 Ketua Bawaslu Inhu dan termohon 3 Kasi Pidum Kejari Inhu.

Dimana gugatan terhadap termohon 1 (Kasat Reskrim Polres Inhu) karena menetapkan Sovia Warman sebagai tersangka hanya berdasarkan dari keterangan satu orang saksi yakni ketua Panwascam Rengat inisial MS.

"Ini bertentangan dengan putusan Mahkamah Konstitusi no 21/PUU-XII/2014, dikarenakan termohon 1 menetapkan tersangka tanpa adanya dua alat bukti," ujar Dodi.

Kuasa hukum Sovia Warman juga menilai penetapan tersangka terhadap Sovia Warman karena Kasat Reskrim melakukan pemanggilan Sovia Warman sebagai tersangka pada tanggal 28 Mei 2019, sedangkan pemberitahuan tersangka dari Kasat Reskrim baru diberitahukan pada 31 Mei 2019.

Terhadap termohon 3 (Kasi Pidum Kejari Inhu) digugat karena tidak melaksanakan tugasnya melakukan pendampingan dalam proses klarifikasi yang seharusnya dilakukan pihak Bawaslu Inhu, bukan langsung dilakukan penyidik polisi.

"Gugatan praperadilan ini diajukan meminta kepada hakim agar memerintahkan kepada termohon untuk menghentikan penyidikan atas kasus pemohon (Sovia Warman) dan mencabut penetapannya sebagai tersangka," ungkapnya.

Sedangkan terhadap termohon 2 (Ketua Bawaslu Inhu), karena tidak melaksanakan pleno bersama seluruh komisioner Bawaslu Inhu untuk memutuskan temuan atau laporan ditingkatkan ke tahap penyidikan.

Dalam hal ini, sebut Dodi, ketua Bawaslu Inhu melakukan kesalahan fatal dan mengakibatkan cacat prosedur dan mengakibatkan proses penyidikan kasus Sovia Warman yang dilakukan penyidik polisi tidak sah. Jelasnya.

Sebagaimana diketahui, penyidik Polres Inhu beberapa pekan lalu telah menetapkan lima orang tersangka terkait penggelembungan suara caleg PPP Dapil 1 Inhu berinisial DR.

Kelima tersangka itu, yakni Ketua PPK Rengat, inisial RR, anggota PPK Rengat, MR, Ketua Panwascam Rengat, MS, Komisioner Bawaslu Inhu SW dan Caleg PPP inisial DR. * (guh)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang