Kamis, 13 Juni 2019 14:16

Asal Tulis di Medsos, Caleg di Bengkalis Ini Divonis Hakim Setahun Penjara

Seorang Caleg Daerah Pemilihan Mandau, Bengkalis divonis setahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bengkalis gara-gara asal tulis di media sosialnya.

Riauterkini-BENGKALIS- Asal tulis di media sosial (Medsos) dan terbukti bersalah, Simon Parlaungan, sempat sebagai salah satu calon legislatif (Caleg) Dapil Mandau divonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis dengan hukuman 1 tahun penjara.

Vonis dibacakan Majelis Hakim, Selasa (27/5/19) lalu, dipimpin Zia Ul Jannah, SH didampingi dua hakim anggota Wimmi D. Simarmata, SH dan Aulia F. Widhola, SH. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Aci Jaya Saputra.

Demikian disampaikan Humas PN Bengkalis, Zia Ul Jannah, SH ketika dihubungi, Kamis (13/6/19), bahwa vonis yang ditetapkan terhadap terdakwa Simon selama 1 tahun kurungan penjara.

"Sudah divonis 1 tahun penjara," katanya.

Putusan PN Bengkalis terhadap Simon itu, juga disampaikan Kasi Pidum Kejari Bengkalis Iwan Roy Charles, SH. Bahwa, vonis itu juga sama dengan tuntutan JPU.

"Iya, majelis hakim menvonis sama dengan tuntutan, yakni 1 tahun penjara," ujarnya.

Kasus menyeret ke kursi pesakitan terhadap Simon, warga Jalan Bathin Batuah, Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau ini, berawal setelah PWI Perwakilan Bengkalis dan masyarakat membuat laporan ke Polres Bengkalis. Simon diduga telah mencemarkan nama baik PWI dan penistaan agama yang di-posting melalui Medsos.

Postingan Simon antara lain, “Dengan semangat Tahun Baru 01 Januari. Mari kita bongkar kasus korupsi di PWI Bengkalis. Setuju ? “/“ KENAPA JAKARTA PUSAT LAMBAT SEKALI MEMBERANTAS KORUPSI DI PEMKAB. Bengkalis, kantor DPRD bengkalis, kantor PWI bengkalis?. Lalu. “KPK Jakarta Harus Serius Menangani Kasus Korupsi Seperti Gratifikasi Pemberian Hadiah Penghapal Al-quran 30 Jus.

Dia juga mengomentari spanduk Ustadz Abdul Somad yang berisikan kutipan Hadist Islam yang diriwayatkan Abu Daud Hasan, “Barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk bagian dari mereka” dan dikomentari “Ajaran sesat… Jangan didengarkan. Kaum yang mana dimaksud Abu Daud Hasan?”.***(dik)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang