Selasa, 11 Juni 2019 09:03

Sedot APBN, BPKAD Pakanbaru Fokus Input Data di Aplikasi Om SPAM

BPKAD Pekanbaru fokus mengimput data kegiatan fisik di aplikasi Om SPAN. Demi mendapatkan kucuran DAK yang tahun ini jumlahnya mencapai Rp267 miliar.

Riauterkini - PEKANBARU - Plt Kepala BPKAD Kota Pekanbaru menyatakan bahwa pihaknya saat ini sedang fokus dalam pengimputan data kegiatan fisik di aplikasi Online Monitoring Sistem Perbendaharaan dan Keuangan Negara (Om SPAN). Tujuannya untuk mendapatkan kucuran APBN dari dana alokasi khusus (DAK) yang tahun ini jumlahnya mencapai Rp267 miliar.

Dari dana sebesar Rp267 miliarr terdiri dari DAK kegiatan non fisik sebesar Rp 179 dan DAK kegiatan fisik sebesar Rp89 miliar.

"Alhamdulilah untuk saat ini kucuran dana untuk kegiatan non Fisik sudah tersalurkan 50 persen, sebagian besar dana itu disalurkan untuk pembayaran insentif dan sertifikasi guru," jelas Syoffaizal kepada wartawan, Selasa (11/6/2019).

Sementara dana DAK kegiatan fisik masih dalam proses penginputan data berupa kontrak di aplikasi Om SPAN milik Kementrian keuangan.

"Tim BPKAD tengah menginput kegiatan fisik lewat aplikasi Om SPAN. Apabila sudah selesai, sudah di verifikasi, baru dilakukan penyaluran 25 persen dari pagu anggaran. Paling lambat 22 Juli 2019 syarat penyaluran DAK fisik sudah disampaikan," ujar Syoffaizal.

Lanjutnya, jika seluruh dana sudah disalurkan ke kas daerah, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat mengajukan sesuai kontrak yang sudah diinput.

Seperti diketahui, DAK Non fisik terbesar di sertifikasi guru. Adapun OPD yang akan menerima DAK di antaranya Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Perkim, Dinas Pertanian, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK).

Selain DAK, tahun ini Pemko juga akan menerima insentif sebesar Rp12 miliar atas raihan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tahun 2018.

"Insentif ini sebagai motivasi bagi pemerintah daerah atas pemeriksaan laporan keuangan. Karena Pekanbaru mendapat WTP tahun lalu, maka diberi insentif sebesar Rp12 miliar," tutupnya. (dan)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang