Senin, 3 Juni 2019 13:28

Tiga Hari Terkahir, 22 Ribu Penumpang Dilayani BRPS Pekanbaru

Bandar Raya Payung Sekaki (BRPS) Pekanbaru mencatat lonjakan penumoang terjadi sejak H-10 idul fitri. Bahkan tiga hari terakhir jumlah penumpang baik berangkat dan turun mencapai sekitar 22.000 lebih penumpang.

Riauterkini - PEKANBARU - Aktivitas bongkar muat penumpang di terminal Bandar Raya Payung Sekaki (BRPS) Pekanbaru terus mengalami peningkatan hingga saat ini. Arus mudik pada tiga terakhir yakni Kamis (30/05/19) sudah mencapai 22 ribu penumpang.

"H-10 pergerakan penumpang baik yang datang maupun berangkat dari BRPS Pekanbaru sudah terjadi," Ujar Henry Tambunan selaku Koordinator Satuan Layanan BRPS kepada riauterkini.com, Senin (03/06/19).

Kata Henry memang lonjakan yang terjadi di terminal tipe A pekanbaru ini bergerak cukup signifikan. Menurutnya saat ini merupakan puncak lonjakan arus mudik

"Ada sebanyak 472 kendaraan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan 425 kendaraan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang berangkat dari sini. Jadi, total ada 897 kendaraan yang berangkat kemarin," tuturnya.

Sementara untuk penumpang yang berangkat jumlahnya mencapai 11648 penumpang. Yakni AKAP 10.161 orang dan AKDP 1487 orang. Sedangkan untuk bus lintas tercatat ada sekitar 374 bus dengan jumlah penumpang hingga 9503.

"Untuk kedatangan total ada 834 kendaraan dengan jumlah penumpang 2056 orang," terusnya.

Dijelaskan Henry peningkatan penumpang yang menuju pulau Jawa sudah terjadi sejak H-10 kemarin. Sedangkan untuk ke wilayah Sumatera Utara baru mulai sejak H-6 kemarin.

Meski demikian, Ia mengatakan belum dapat memprediksi untuk puncak lonjakan arus balik lebaran mendatang. "Untuk arus balik kita belum bisa prediksi," terangnya.

Menurutnya, maraknya masyarakat yang menggunakan transportasi jalur darat untuk mudik lebaran ini juga dipengaruhi dengan tingginya harga tiket pesawat yang masih terjadi saat ini.*(rul)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang