Jum’at, 24 Mei 2019 19:11

Kutuk Tindakan Represif, HMI Pekanbaru Minta Kapolri Dicopot

Selain di DPRD Riau, aksi mengutuk tindakan represif aparat kepolisian dalam aksi 21 mei di Jakarta beberapa waktu lalu juga di lakukan HMI Pekanbaru di Mapolda Riau.

Riauterkini - PEKANBARU - HMI Pekanbaru gelar aksi menuntut komitmen pihak kepolisian dalam tindakan yang dinilai represis dari aparat kemanan yang dilakukan dalam aksi 21 mei di Jakarta beberapa waktu lalu. Selain itu, puluhan massa ini juga menyuarakan bahwa negara saat ini dalam keadaan darurat.

Koordinator Lapangan, Dede Efri Pakis menjelaskan tindakan represif yang dilakukan pihak kemanan pada aksi 21 mei malam itu menyebabkan 7 orang korban jiwa meninggal dunia. "Bahkan juga ratusan massa mengqlami luka-luka. Kita mengutuk tindakan tersebut," Katanya.

Lanjutnya, massa juga menuntut Polda Riau untuk mengambil langkah bukan hanya diam saja. "Diamnya aparat kepolisian merupakan bentuk penghianatan. Saudara kita dilawan dan ditembak, inilah provokator untuk menghancurkan generasi muda,'' jelasnya.

Untuk itu, pihaknya menuntut dengan tegas pihak kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut. Melqkui Pokda Riau massa juga berharap aspirasi ini sampai hingga ke presiden agar presiden bertanggungvjawab atas kejadian tersebut.

"Kita juga minta, Tito Karnavian dicopot dari jabatannya," Katanya.

Selain itu, dianggapnya Indonesia dalam keadaan darurat, sebab saat ini banyak persoalan yang tidak terselesaikan.

Massa sebelumnya juga meminta untuk masuk menemui Kapolda Riau. Namun barisan anggota Polda Riau tak kunjung memberikan izin. Akhirnya massa tersulut emosi dengan membakar spanduk di tengah jalan dengan sehingga membuat jalan jenderal Sudirman macet beberapa saat.***(rul)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang