Kamis, 23 Mei 2019 20:17

‎Korupsi Proyek Cetak Sawah, Kejari Pelalawan Tahan Dua Tersangka Baru

Kejari Pelalawan kembali tetapkan dua tersangka atas pengembangan perkara korupsi cetak sawah. Adalah M.Yunus dan Sutrisno yang langsung ditahan setelah menjalani pemeriksaan marathon.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Ditangan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan, Nophy T South, SH, MH dan Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Andre Antonius, SH, yang sama-sama baru menjabat, akhirnya, Kamis (23/5/19) menahan dua tersangka tambahan terhadap dugaan korupsi cetak sawah dinas Pertanian.

Kedua tersangka baru kasus ini yang bakal dititip di Lembaga Permasyarakatan (LP) di Pekanbaru, adalah M.Yunus dan Sutrisno.

M.Yunus dalam kasus ini, waktu itu menjabat sebagai Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Sedangkan Sutrisno menjabat sebagai kepala UPTD kecamatan Teluk Meranti, dan selaku koordinator lapangan.

Keduanya, datang ke kantor Kejari Pelalawan yang berlokasi di SP 6 desa Makmur kecamatan Pangkalan Kerinci, Kamis pagi. Setelah menjalani pemeriksaan marathon di ruangan , Pidsus dan menjelang sore, keduanya, ditahan. Untuk sementara kedua tersangka dititip di LP Pekanbaru.

Kasipidsus, Andre Antonius bercakap, bahwa kedua tersangka ini, merupakan tersangka tambanan, atas pengembangan kasus menjerat Jumaling, sebelumnya dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman di PN Tipikor Pekanbaru.

Jumaling dan Kaharudin sambung Kasipidsus sudah dijatuhi hukuman enam bulan penjara dan denda Rp 300 juta. Keduanya, terbukti melakukan penyelewengan kegiatan bantuan cetak sawah di desa Gambut Mutiara kecamatan Teluk Meranti tahun anggaran 2012.

"Nah, berdasarkan, keterangan Jumaling dan Kaharudin, dua tersangka tambahan, Yunus dan Sutrisno, disebut-sebut ikut terlibat menikmati anggraran bersumber dari APBN senilai Rp 1 milyar," tandasnya.***(feb)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang