Senin, 20 Mei 2019 07:36

Fauzan, Peserta AKSI 2019 Indosiar Asal Rohil Masuk Top 18

Dari Rohil menuju pentas nasional. Itulah yang dilakukan Fauzan, dai muda asal Rohil yang jadi peserta AKSI 2019.

Riauterkini-BAGANSIAPIAPI-Fauzan, peserta Akademi Sahur Indonesia (AKSI) 2019 di Indosiar asal Kecamatan Pasir Limau Kapas Kabupaten Rokan Hilir, Riau kembali lolos kebabak selanjutnya Top 18 Kloter 3 Nabawi, setelah mengantongi penilaian dewan juri dan SMS lebih dari 34 persen. Perolehan itu diperkirakan karena komoditifikasi konten tentang kedurhakaannya kepada ibu.

Fauzan tampil Senin (20/5/19) menjelang imsak, beberapa materi ceramah sempat dibahas juri, termasuk kesalahannya dalam menyampaikan ayat, bahkan ada dewan juri yang secara terang-terangan memberikan nilai yang rendah. Saat itu, Fauzan berada pada posisi terakhir dibawah pesaingnya Tamami dan Sri.

Namun menjelang penutupan SMS polling yang dikirim melalui ketik Fauzan kirim ke 97288, dimainkan komodifikasi konten tentang kedurhakaan Fauzan kepada ibunya, Zaidah. Fauzan mengaku sempat tidak bertegur sapa.

Fauzan sadar setelah melihat video Ustad Abdul Somad bersama temannya ditempat kost di Yogyakarta yang menyatakan tidak boleh durhaka kepada ibu, esok, dia langsung menelpon ibunya di kampung Panipahan meminta maaf.

Ternyata kedurhakaan Fauzan kepada ibunya karena dia pernah dipukul ibunya karena tidak mengerjakan tugas sekolah, ibu Fauzan adalah guru. Meski yang bersalah anaknya, ibu Fauzan tetap menghukum anaknya.

Pola didikan inilah salah satunya yang ingin ditunjukkan, kalau mendidik anak dengan baik akan menghasilkan anak yang baik pula, meski sang anak pada awalnya sempat merasa kesal.

Ternyata, setelah Fauzan meminta maaf kepada ibunya, sebulan setelah itu, Fauzan mengikuti lomba dai se Kabupaten Rokan Hilir dalam rangka hari ulang tahun Yayasan Ar Ridha pimpinan Rusli Efendi, dia mendapatkan juara I, salah satu hadiahnya, umrah dan diikutkan dalam AKSI di Indosiar.

Pihak Indosiar langsung melakukan telewicara dengan ibu Fauzan, Zaidah dari Panipahan, Rohil, dalam pembicaraan mereka yang sempat meneteskan air mata siapa saja yang menontonnya, Fauzan minta doa dari ibunya agar lebih sukses lagi. “Omak (ibu, red) mendoakan Fauzan nak, agar lebih sukses,” ucap ibunya dalam sepenggalan telewicara mereka.

Air mata Fauzan juga menetes, semua terharu, kondisi ini diciptakan agar acara AKSI 2019 lebih menarik, terutama bisa menyedot SMS untuk Fauzan sebanyak-banyaknya.

Alhasil, pada penutupan SMS, total perolehan akhir AKSI 2019 Top 18 Kloter 3 Nabawi, Fauzan, Dewan Juri (50%) (350; 16.49), Polling SMS (50%) (35.79; 17.90), total 34.39 %.

Sementara pesaingnya, Tamami, Dewan Juri (50%) (357; 16.82), Polling SMS (50%) (32.57; 16.29), total 33.11 % dan Sri, Dewan Juri (50%) (354; 16.68), Polling SMS (50%) (31.64; 15.82), total 32.50 %.

Dari hasil tersebut, akhirnya Sri tersingkir, Fauzan dan Tamami lolos. Kalau melihat hasil diperoleh, dewan juri, memberi nilai paling rendah kepada Fauzan dibandingkan Tamami dan Sri, namun mereka kalah dalam persaingan perolehan SMS.

Fauzan bisa bertahan karena hasil SMS masyarakat di seluruh Indonesia termasuk Rokan Hilir, salah satunya kerena komodifikasi konten kedurhakaannya kepada ibu yang insaf setelah menonton video Ustad Abdul Somad, Pemkab setempat juga memberikan dukungan dengan melakukan nonton bareng di Mess Datuk Batu Hampar Jalan Perwira Bagansiapiapi.***(nop)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang