Sabtu, 18 Mei 2019 16:24

Buntut Pertukaran Kepala MAN 1 Telukkuantan, Kemenag Kuansing Diduga Perjualbelikan Jabatan

Pertukaran Kepala MAN 1 Telukkuantan yang memicu aksi demo para siswa, ternyata terindikasi buntut dari jual beli jabatan yang diduga dilakukan oleh Kemenag Kuansing.

Riauterkini - TELUKKKUANTAN - Polemik pertukaran Kepsek MAN 1 Telukkuantan, menimbulkan persoalan babak baru, diduga Kamenag Kuansing, melakukan jual beli jabatan terkait rotasi Kepsek MAN Telukkuantan.

Dugaan ini muncul, karena Wali Murid menilai pengganti Kepsek Zulkifli sebelumnya, tidak sepadan dengan pengganti sekarang, sebab latar belakang hanya Kepala Mts, namun sudah promosi menjadi Kepsek MAN 1 Telukkuantan.

Sementara MAN 1 Telukkuantan ini, sudah teruji secara prestasi tidak hanya mengharumkan nama Sekolah tapi juga daerah, mereka juga tidak mempersoalkan mutasi dan rotasi, tapi setidaknya dilakukan keseimbangan pergantian, jika Kepsek MAN juga dari MAN itu keinginan Wali Murid.

Sehingga petukaran yang tidak sebanding ini, membuat Wali Murid, menaruh rasa curiga dan menduga adanya transaksional jual beli jabatan, terkait rotasi Kepsek ini.

Apalagi kini Kemenag tengah disorot publik, terkait kasus yang menjerat Ketum PPP Romahurmuziy, mengenai jual beli jabatan di Kemenag RI yang di OTT KPK beberapa waktu lalu.

Kumudian, berdasarkan informasi yang berhasil riauterkini.com rangkum, Kepsek MAN 1 Telukkkuantan, yang baru menjabat ini, saat menjadi Kepsek di Mts Sentajo, sedikitnya ada empat Guru yang minta pindah tugas ketika bersamanya.

"Ini akibat kepemimpinan Kepsek yang diduga arogan dan tidak bisa merangkul anak buah," ungkap sumber yang tak ingin disebutkan identitasnya, Sabtu (18/5/2019).

Menurut sumber, kondisi ini sebenarnya juga diketahui jajaran Kemenag, namun tetap dipromosikan, sehingga menimbulkan pertanyaan.

"Tentu ini menjadi tanda tanya, kita menduga apakah karena setoran lancar atau ada campur tangan pihak lain," bebernya.

Kemenag Kuansing, Jisman, S.Ag saat dikonfirmasi sebelumnya, Jum'at (17/5/2019) siang kemarin, terkait mutasi Kepsek ini, menurutnya, sudah berdasarkan ketentuan dan regulasi yang ada tanpa adanya intrik-intrik lain.

Sementara Kepsek Zulkifli ini, telah menjabat selama 8 tahun, berdasarkan aturan, jika sudah dua periode maka dilakukan mutasi, karena itu merupakan aturan.

"Mutasi ini kita lakukan, berdasarkan ketentuan, mengacunya tentu tetap pada regulasi," jelas Jisman.

Ia menjelaskan, gejolak ini menurutnya dipicu adanya isu bahwa program akan diganti terutama camp Bahasa Inggris, ia tegaskan bahwa itu tidak benar.

"Makanya terjadi penolakan, atas isu itu, padahal tidak sama sekali demikian. Bahkan dengan Kepsek baru, kita komit melanjutkan program-program yang telah ada dari Kepsek sebelumnya," kata Jisman.

Pihaknya juga, mengkui prestasi Kepsek Zulkifli, melalui program yang dibuatnya, tapi disebabkan aturan maka mutasi harus dilakukan dan itu kata Jisman, bukan keinginan semena-mena.

"Mutasi ini, tak lain untuk memberikan kesempatan bagi Sekolah lainnya, untuk bisa mencapai prestasi yang sama. Kita berharap dengan mutasi Pak Zulkifli, ke MAN Pangean, bisa menghrumkan nama Sekolah tersebut," pungkasnya.*** (Jok)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang