Jum’at, 17 Mei 2019 15:33

Kisruh FPTI, Atlet Panjat Tebing Bengkalis Vakum Latihan

Diperkirakan sudah mencapai empat bulan terakhir seluruh atlet Panjat Tebing Bengkalis tidak latihan. Buntut kisruh di tubuh FPTI setempat.

Riauterkini-BENGKALIS- Diperkirakan sudah mencapai empat bulan terakhir seluruh atlet Panjat Tebing Bengkalis vakum atau menghentikan aktivitas latihan seperti biasa di sasana latihan Wall Climbing, yang berada di Komplek Wisma Atlet Wonosari Timur, Bengkalis.

Padahal, beberapa bulan lagi khusus cabang olahraga (Cabor) Panjat Tebing ini, akan digelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) Provinsi Riau di Kampar.

Terhentinya kegiatan latihan maupun pembinaan seluruh atlet Cabor Panjat Tebing Kabupaten Bengkalis itu disebabkan terjadinya kekisruhan ditubuh organisasi yang memayungi Cabor inj Pengurus Kabupaten Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Bengkalis. Bahkan karena hal itu, juga mengakibatkan lokasi latihan para atlet juga terbengkalai dan mulai ditumbuhi rumput semak.

Pelatih Panjat Tebing Bengkalis, Irit Susanto mengatakan, sejak empat bulan lalu seluruh atlet juga berhenti dilatih karena ada permasalahan di pengurusan FPTI Bengkalis.

Irit berharap kisruh internal jajaran pengurus dapat segera diselesaikan, dan atlet dapat kembali melakukan latihan dan pembinaan.

"Kalau kepengurusam membaik kita siap untuk mulai latihan lagi. Apalagi atlet Panjat Tebing Bengkalis sudah bagus dan punya prestasi yang baik bahkan bisa jadi juara umum terus," sebutnya, Kamis (16/5/19) kemarin.

Sementara itu, Ketua Pengurus Kabupaten FPTI Bengkalis Nasrulloh membenarkan adanya masalah internal di kepengurusan FPTI. Sehingga kepengurusan vakum sejak empat bulan terakhir.

Permasalahan ini sudah disampaikannya ke KONI Bengkalis dan provinsi. Namun sampai sampai saat ini belum ada penyelesaiannya.

"SK kepengurusan saya terima dari Agustus 2018 lalu berlaku hingga 2020. Namun dipertengahan jalan seolah ada mosi tidak percaya terhadap kita metua FPTI," katanya.

Permasalahan ini disampaikan pihaknya ke KONI Bengkalis dan Provinsi agar bisa diselesaikan. Namun sampai saat ini sudah empat bulan belum ada jawaban.

"Karena tidak ada penyelesaian inilah sampai saat ini kita masih vakum. Menunggu jawaban provinsi, kalau memang saya harus diganti saya siap dan agar disegerakan penyelesaiannya," tegasnya ketika ditemui sejumlah awak media.***(dik)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang