Kamis, 16 Mei 2019 23:09

Restorasi Ekosistem Riau Sukses jaga Habitat Satwa Dilindungi

Diinisiasi oleh Grup APRIL, Restorasi Ekosistem Riau berhasil menjaga dan melindungi habitat penting bagi flora dan fauna yang dilindungi sejak resmi diluncurkan pada 2013.

Riauterkini-JAKARTA-Program restorasi dan konservasi di lahan gambut, Restorasi Ekosistem Riau (RER) berhasil menjaga dan melindungi habitat penting bagi flora dan fauna yang dilindungi sejak resmi diluncurkan pada 2013.

Diinisiasi oleh Grup APRIL, RER berkomitmen melindungi, merestorasi dan mengkonservasi ekosistem di lahan gambut serta menjaga stok karbon dan melestarikan keanekaragaman hayati di konsesi seluas 150.000 ha di Riau, setara dengan dua kali negara Singapura. Selama empat tahun terakhir, tercatat tidak ada kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah RER berkat komitmen kuat dalam merestorasi hutan, restorasi hidrologis serta pelibatan langsung masyarakat didalamnya.

“Secara keseluruhan, upaya kami dalam menjaga dan mengembalikan fungsi ekologis kawasan sudah terlihat dampaknya. Pada tahun 2018, sepanjang 65.400 meter kanal drainase lama di dalam area RER telah ditutup dalam upaya berkelanjutan yang direncanakan akan selesai pada 2025,” kata External Affairs Director RER, Nyoman Iswarayoga dalam peluncuran RER Progress Report 2018, Kamis (16/5/2019).

Penutupan kanal, lanjut Nyoman, merupakan upaya RER dalam merestorasi hidrologis untuk mengurangi bahaya kebakaran dan meminimalkan emisi karbon. Dalam lima tahun terakhir, RER sukses melakukan restorasi hutan rawa gambut seluas 58,21 ha pada 2018.

Dalam laporan tersebut, RER juga berhasil mengidentifikasi tambahan 42 jenis flora dan fauna menjadi total 759 spesies pada 2018. Perinciannya, sebanyak 71 spesies mamalia, 304 spesies burung, 107 spesies amfibi dan reptil, 119 spesies pohon, 69 spesies non-pohon dan 89 spesies ikan ditemukan di kawasan RER. Sebagian flora dan fauna yang berada di kawasan RER tersebut merupakan jenis yang dilindungi, baik secara global maupun nasional.

Ditetapkan sebagai Kawasan Penting bagi Burung (IBA), terdapat peningkatan jumlah spesies burung yang diidentifikasi menjadi 304 spesies di Semenanjung Kampar dibandingkan dengan data sebelumnya hanya 128 spesies burung.

“Contoh yang baru terpantau itu spesies Mentok Rimba [Asarcornis scutulata] dan Bangau Hutan Rawa [Ciconia stormi]. Selain itu, 6 dari 9 spesies rangkong teridentifikasi di kawasan RER, salah satunya rangkong badak yang statusnya rentan,” ujarnya.

Laporan perkembangan RER tahun 2018 juga menyoroti kemitraan RER dengan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan restorasi. Sepanjang 2018, RER memfasilitasi delapan kelompok masyarakat untuk mengelola lahan pertanian tanpa bakar serta uji coba budidaya ikan lele yang memberikan pendapatan tambahan bagi masyarakat.

Direktur Utama PT Riau Andalan Pulp And Paper (RAPP) Sihol Aritonang mengatakan pencapaian yang dicatatkan RER tak lepas dari metode yang ditetapkan APRIL selaku induk usaha PT RAPP, yakni dengan pendekatan produksi-proteksi khususnya di wilayah Semenanjung Kampar.

Lebih lanjut, RER juga merupakan perwujudan nyata komitmen perusahaan dalam mendorong penerapan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) khususnya poin 15: Life on Land (Ekosistem Daratan).

“Selain itu, RER merupakan bagian dari perwujudan Sustainable Forest Management Policy (SFMP) 2.0 yang dijalankan Grup APRIL. APRIL berkomitmen 1 banding 1, dimana kami mengkonservasi atau merestorasi 1 hektare hutan alam untuk setiap hektare hutan tanaman industri yang dikelola,” jelas Sihol.

Pada Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (COP 21) tahun 2015 di Paris, Grup APRIL berkomitmen sebesar US$100 juta selama 10 tahun untuk mendukung proyek restorasi ekosistem dan konservasi APRIL.***


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang