Kamis, 16 Mei 2019 15:02

Ekspos Tertutup, Kapolres Bengkalis Ungkap Motif Pembunuhan Berencana di Duri

Teka-teki kematian Salman, karyawan PT Surveyor Indonesia di Duri, berhasil diungkap Polres Bengkalis. Istri korban turut ditangkap dan dinyatkan sebagai tersngka.

Riauterkini - DURI - Teka teki terbunuhnya Salman (41) Karyawan PT Surveyor Indonesia (SI) warga Jalan Bathin Betuah, Gang Pelita 4, RT 09, RW 02, Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Bengkalis pada Senin (13/5/19) Subuh sekira pukul 05.30 WIB di kamar rumahnya, akhirnya terungkap.

Kamis (16/5/19), Kapolres Bengkalis, AKBP Yusup Rahmanto secara resmi memaparkan kronologis dan motif akan pembunuhan yang awalnya diduga dikarenakan aksi Pencurian dengan kekerasan (Curas) yang dilakukan Orang Tak Dikenal (OTK) hingga menyebabkan korbannya meregang nyawa.

Rifna (31) IRT, Istri korban Salman, warga Jalan Pelita 4, RT 09, RW 02, Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau. Avwita (33), IRT, warga Jalan Pelita 4, RT 09, RW 02, Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Bengkalis dan Honas Saputra (33) warga Jalan Mandiri, RT 02, RW 08, Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, Bengkalis sukses diamankan polisi pada Rabu (15/5/19) sekira pukul 13.00 WIB dengan dugaan secara meyakinkan bersama sama merencanakan pembunuhan terhadap korban.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Bengkalis, AKBP Yusup Rahmanto, Kamis (16/5/19). "Setelah melalui pemeriksaan panjang, ketiga pelaku akhirnya kita tetapkan sebagai tersangka. Istri pelaku, Rifna dan Bibi nya Avwita sebagai otak pelaku pembunuhan dan teman prianya sebagai eksekutor diakui mendapat bayaran akan jasa tukang jagal" jelasnya.

Dipaparkan Kapolres, dengan sejumlah kejanggalan saat tim penyidik melakukan olah TKP, Istri korban Rifna dan saksi Avnita akhirnya dilakukan pemeriksaan secara intensif khusus akan penemuan barang bukti kain yang penuh dengan bercak darah di dalam sebuah kantong plastik.

Usut punya usut, akhirnya Avwita mengakui jika aksi curas itu hanya akal akalan semata dan sebenarnya aksi pembunuhan itu telah direncanakan sejak awal dikarenakan Rifna acap kali cekcok terkait masalah rumah tangga.

Mendengar permintaan Rifna, Avwita akhirnya mengenalkan sang eksekutor yang juga selingkuhan Avwita, Honas Saputra untuk melakukan eksekusi korban dengan imbalan jasa sebesar Rp10 juta dan baru dipenuhi otak pelaku Rp3 juta.

Tak ingin buruannya lepas, tim bergerak cepat dengan mengamankan ketiga pelaku beserta barang bukti di antaranya sebuah batu gilingan cabe, sebilah pisau dapur, tiga lembar kain lap dengan bercak darah, sebuah bantal dan serta 3 Unit Hand phone (HP).

"Pelaku eksekutor mengakui jika aksinya dilakukan atas perintah istri korban akibat sering terjadinya percekcokan. Untuk ancaman hukumannya, kita kenakan pasal 340 subsider 338 KUHPidana dengan ancaman pidana mati atau seumur hidup," tambah Kapolres.*(hen)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang