Kamis, 16 Mei 2019 06:49

Ramai di Medsos, Polisi Masih Bungkam Soal Pembunuh Karyawan PT SI di Duri

Foto tersangka pembunuh karyawan PT SI di Duri ramai di media sosial. Sementara polisi masih bungkam.

Riauterkini - DURI - Pasca terbunuhnya Salman (42) warga Jalan Bathin Betuah, Gang Pelita 4, RT 07, RW 02, Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Bengkalis, seorang Karyawan PT Surveyor Indonesia (SI) Pada Senin (13/5/19) Subuh sekira pukul 05.00 WIB dengan dugaan korban Pencurian dengan kekerasan (Curas) akhirnya diungkap ramai ramai oleh Nettizen di Media sosial (Medsos) sejak Rabu (15/5/19).

Meski pihak Kepolisian sama sekali belum memberikan keterangan resmi, namun nettizen sudah ramai ramai dan membagikan foto tiga orang pelaku diantaranya dua orang pelaku terlihat istri korban dan bibiknya yang berada di depan sel Mapolsek Mandau dan foto terpisah seorang pria tengah tertunduk lesu denham kondisi tangan terikat dibelakang diapit oleh Kapolsek Mandau, Kompol Ricky Ricardo bersama Kanit Reskrim Iptu Firman Fadillah disalah satu ruangan rumah yang diyakini sebagai pembunuh bayaran korban Salman.

Dalam postingan nettizen diantaranya Harmadeni dan Fitri Afrilla Sari membagikan postingan berbahasa daerah berjudul "Iko nyo" dan menyertakan foto istri dan bibi korban. Dalam hitungan menit, postingan itu mendapat puluhan komentar pro dan kontra dari nettizen lainnya.

Hal serupa juga di posting oleh akun bernama Rani Anggraini dengan judul postingan "Berharap kalau itu tidak benar" juga dengan foto istri pelaku dan bibinya yang terpampang didepan sel tahanan Mapolsek Mandau.

Dalam postingan sejumlah nettizen tersebut, puluhan nettizen pun mulai mengungkap alibi masing masing. Banyak yang menyatakan jika korban dibunuh dengan keji oleh pembunuh bayaran secara berencana dan diotaki oleh istrinya dikarenakan perselingkuhan yang dilakukan korban oleh sang bibi.

Dan dari keterangan sumber lainnya, tersiar kabar jika pembunuh bayaran itu, diupah oleh kedua otak pembunuhan tersebut sebesar Rp 10 juta dan baru di bayarkan sebesar Rp 3 juta serta sisanya dibayarkan setelah korban benar benar tewas.

Kapolres Bengkalis, AKBP Yusup Rahmanto saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp nya, Rabu (15/5/19) tak berkomentar banyak."Sedang dilakukan pemeriksaan. Masih didalami motifnya,"jawab Kapolres.

Seperti diberitakan sebelumya, Sebelum ditemukan tewas dengan posisi terlentang bersimbah darah didalam kamarnya pada Senin (13/5/19) Subuh, sekira pukul 05.00 WIB, korban Salman sempat keluar rumah untuk bermain kartu bersama rekan rekannya disalah satu warung dan sekira pukul 01.30 WIB pulang kerumahnya untuk makan dan tidur.

Sekira pukul 05.00 WIB, istri pelaku Rifna (31) yang tertidur bersama anaknya diruang tengah rumah mengaku terbangun saat mendengar suara adzan subuh dan berniat membangunkan korban agar bersiap pergi kerja. Saat itulah istri korban menemukan suaminya dalam posisi terlentang bersimbah darah serta memberitahukan kepada salah seorang tetangganya jika telah terjadi pembunuhan terhadap suaminya.*(hen)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang