Selasa, 14 Mei 2019 08:10

Dijanjikan Kerja di Kandang Babi, ABG Pria di Bengkalis Justru Dijadikan Pasangan Gay Kakek Tua

Seorang remaja pria di Pinggir, Bengkalis diperdaya kakek 63 tahun. Janjinya dipekerjakan di kandang babi, malah dijadikan pasangan sejenis.

Riauterkini-BENGKALIS- Anak laki-laki di bawah umur atau masih berumur 12 di Kecamatan Pinggir sebut saja R, menjadi korban perlakuan seks menyimpang, oral sesama jenis. Parahnya pelaku adalah Un, kakek yang berumur 63 tahun tinggal di Desa Te ngganau, Kecamatan Pinggir.

Tersangka melakukan perbuatan bejatnya itu dengan modus mengajak korban untuk bekerja membersihkan kandang babi miliknya.

Kapolsek Pinggir, Kompol Ernis Sitinjak ketika dikonfirmasi membenarkan tindak pidana pencabulan yang dilakukan tersangka itu. Tindak pidana pencabulan anak dibawah umur ini terungkap setelah dilaporkan langsung oleh orang tua korban. 

Pencabulan dilakukan pelaku diketahui orang tua korban pada Rabu (3/5/19) lalu. Tersangka datang ke rumah korban dengan modus mengajaknya bekerja, sempat menemui orang tua korban meminta izin ingin membawa anak mereka membantu bekerja dikandang babi miliknya. Karena sudah biasa bekerja dengan tersangka orang tua korban pun mengizinkan.

Orang tua korban merasa curiga, pasalnya hingga petang korban dengan tersangka belum juga pulang. Kemudian menyusul ke tempat mereka bekerja. Setelah menemukan korban dan tersangka, orang tua korban langsung membawa korban pulang. Sebelum pulang sang kakek sempat menyerahkan uang sebagai upah kerja di depan orang tua korban.

"Saat dibawa pulang korban terlihat berbeda. Orang tua korban merasa curiga langsung menanyakan kepada korban apa yang dialaminya. Dan korban akhirnya mengakui bahwa telah dicabuli tersangka. Bahkan pengakuan korban sudah 10 kali dicabuli di hari yang berbeda dengan cara hisap alat kelamin," terang Kompol Ernis.

Tidak terima dengan perbuatan cabul itu, orang tua korban  melaporkan pelaku ke Polsek Pinggir. Berdasarkan laporan ini Polsek Pinggir langsung mengamankan tersangka ke Mapolsek Pinggir untuk proses penyidikan lebih lanjut.

"Sejak tanggal 8 Mei 2019 kemarin tersangka sudah kita amankan. Saat ini dalam penahanan Polsek Pinggir," tambah Kapolsek.

Polsek Pinggir sudah memeriksa sejumlah saksi dari perkara ini. Serta beberapa ahli seperti ahli Psikologi juga sudah dimintai keterangan.

Pihak kepolisian juga sudah berkoordinasi dengan Pusat Pelayanan Terpada Pemberdayaan Perumpuan dan anak (P2TP2A) Bengkalis.  

Kakek sebagai pelaku itu, akan dijerat dengan Pasal 82 ayat 1 junto ayat 2 junto Pasal 76 huruf  e Undang Undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Tersangka terancam dengan pidana penjara 15 tahun.***(dik


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang