Senin, 13 Mei 2019 15:30

Hakim PN Pasirpangaraian Batalkan Perjanjian KKPA Kopsa Timur Jaya dengan PT. AMR

Majelis Hakim PN Pasirpangaraian, Rohul menerima sebagian gugatan perdata‎ yang diajukan Koperasi Sawit Timur Jaya Desa Kepenuhan Timur, yaitu membatalkan perjanjian tahun 2007 antara koperasi itu dengan PT AMR.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pasirpangaraian, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) menerima sebagian gugatan perdata‎ yang diajukan Koperasi Sawit Timur Jaya Desa Kepenuhan Timur‎, dengan tergugat PT. Agro Mitra Rokan (AMR).

Putusan dibacakan Ketua Majelis Hakim‎ Irpan Hasan Lubis SH, didampingi Hakim Anggota Adhika Budi Prasetyo SH, MBA, MH, ‎pada sidang putusan, Senin (13/5/2019). Hakim membatalkan perjanjian tahun 2007 antara Koperasi Sawit Timur Jaya Desa Kepenuhan Timur‎ dengan PT. AMR.

Usai sidang, Irpan mengatakan ada beberapa pertimbangan hakim. Tergugat dalam hal ini PT. AMR, dinilai telah melakukan wanprestasi sebagaimana cidera janji, sebagaimana pasal 1320, dimana tergugat tidak memenuhi perjanjian tersebut.

Irpan mengungkapkan sesuai perjanjian awal, seharusnya lahan sekira 4.000-an hektar dikelola PT. AMR, terdiri sekira 1.600 hektar lahan pola kemitraan KKPA, dan selebihnya sekira 2.000 hektar lebih menjadi kebun inti.

"Namun tidak terpenuhi sebagaimana tertuang dalam perjanjian pola kemitraan nomor 249," kata Irpan Hasan Lubis, juga menjabat Humas PN Pasirpangaraian.

Karena tidak memenuhi, Irpan mengaku perjanjian antara Koperasi Timur Jaya dengan PT. AMR terdaftar di notaris tertanggal 18 Desember 2007 dimintakan majelis hakim dibatalkan.

Sementara, ‎Kuasa Hukum Koperasi Sawit Timur Jaya, Andi Nofrianto, mengucap syukur karena sebagian gugatan dikabulkan majelis hakim, apalagi masih bertepatan bulan suci Ramadhan.

Pada sidang pembacaan putusan, ungkap Andi, majelis hakim telah membatalkan dasar atau acuan kerjasama antara masyarakat dengan perusahaan, dalam hal ini PT. AMR.

Andi mengaku setelah sidang putusan, pihaknya tidak mau terlalu dini berfikir. Masyarakat menginginkan yang rusak ditata dengan baik.

"Tapi kalau memang tidak bisa ditata dengan baik tentu masyarakat juga mencari kehendak dan kesimpulan sendiri, mungkin akan mengambil bapak angkat atau investor yang terbaru," jelas Andi.

Meski demikian, Andi mengaku masyarakat Kepenuhan Timur tidak akan seperti kacang yang lupa kulitnya. Pihaknya, segera mungkin akan duduk bersama manajemen PT. AMR untuk duduk bersama.

"Langkah selanjutnya mungkin kami atau saya mewakili masyarakat yang sudah berdiskusi kemarin kita akan mengundang pihak perusahaan untuk mendudukkan apa ada keinginan untuk memperbaiki keadaan, atau tidak," kata Andi dan mengaku secepatnya agenda‎kan pertemuan dengan PT. AMR.

"Ya tentu kita tidak seperti kacang lupa sama kulitnya. Nah kita akan berbicara dengan baik-baik, tapi bilamana penyampaian kita ataupun kesimpulan yang kita sampaikan tidak juga bisa terima dan tidak dapat titik temu yang baik, maka secara tidak langsung kita akan mencari alternatif yang lain," tambahnya.

Menurut Andi, setelah perjanjian dibatalkan, maka hal ini yang akan menjadi pekerjaan rumah atau PR pihaknya tentang pengelolaan koperasi ke depannya, seperti apakah perlu dibuat nota kesepahaman atau MoU terbaru.

‎"Ini baru PR kecil kami untuk menyelesaikan persoalan ini, masih ada PR-PR lain atau permasalahan-permasalahan lain yang perlu kita bahas kembali bilamana tidak dapat titik terangnya, maka secara menyesal kami akan mencari tindakan yang lebih lain lagi," pungkas Andi.

Sementara, Jasmanedi, Ketua Kopsa Timur Jaya D‎esa Kepenuhan Timur mengucap syukur atas dikabulkannya sebagian gugatan masyarakat.

Ia juga berterima kasih kepada seluruh anggota koperasi dan kuasa hukum yang telah menyampaikan tuntutan anggota koperasi ke PN Pasirpangaraian, tentang pembatalan perjanjian dengan perusahaan, karena tidak sesuai dengan komitmen ataupun perjanjian yang dilakukan oleh perusahaan.

"Dan tentunya alhamdulillah pada hari ini kami merasa puas hasil keputusan hakim pengadilan negeri ini," kata‎nya.

Jasmanedi mengaku setelah ada keputusan dari Pengadilan, koperasi akan mengadakan pendataan ulang dan duduk bersama dengan anggota serta pemerintah desa.***(zal)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang