Senin, 13 Mei 2019 13:57

Diduga Korupsi Operasional Roro, Kejari Bengkalis Tahan Kontraktor Edi

Seorang kontraktr bernama Edi, ditahan pihak Kejari Bengkalis. Ia diduga terlibat kasus tipikor operasional roro.

Riauterkini-BENGKALIS- Setelah sebelumnya resmi menahan Ja'far Arief, mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bengkalis, giliran rekanan YA alias Edi yang dijebloskan ke penjara oleh Tim Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis, Senin (13/5/19).

YA alias Adi diyakini turut terlibat bertanggungjawab atas kasus yang sama dengan mantan Kadishub Bengkalis, yakni dugaan korupsi operasional Kapal Motor Penumpang (KMP) Tasik Gemilang dengan kerugian keuangan daerah mencapai sekitar Rp1,3 miliar.

"Hari ini pemanggilan kedua YA, dan tersangka hadir dalam pemanggilan kali ini dan setelah pemeriksaan dilakukan penahanan," ungkap Kepala Kejari Bengkalis Heru Winoto, melalui Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Khusus (Pidsus), Agung Irawan, SH, Senin (13/5/19) siang.

Setelah resmi menjadi tahanan Kejari Bengkalis, YA langsung dibawa ke Pekanbaru dan akan dititipkan ke Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru untuk segera menjalani proses persidangan.

"Hari ini juga akan kita titipkan ke Rutan Pekanbaru. Segera menyiapkan dakwaan untuk kedua tersangka dan akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Pekanbaru untuk segera disidangkan, kita targetkan pekan ini juga," katanya lagi.

Dikabarkan sebelumnya, diduga melakukan tindak pidana korupsi (Tipikor) anggaran operasional KMP Tasik Gemilang dan merugikan negara mencapai sekitar Rp1,3 miliar, Kadishub Kabupaten Bengkalis Tahun 2017 lalu, Ja'afar Arief dan seorang Kontraktor YA alias Edi ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis, Rabu (26/12/18) silam.

Dalam penetapan tersangka terhadap kedua orang tersebut, setelah Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPK-P) menyampaikan hasil audit operasional KMP. Tasik Gemilang ke Kejari Bengkalis kurun waktu 2012 hingga 2015 dengan kerugian negara mencapai Rp1,3 miliar.

Sementara itu, Ja'afar Arief sempat ditemui mengatakan, bahwa dana operasional KMP Tasik Gemilang yang belum disetor ke kas daerah, menurutnya karena memang masuk dalam utang piutang pihak rekanan.

“Sebenarnya perkara ini hanya masuk perdata, karena bukan masuk unsur penggelapan. Jelas diakui rekanan, bahwa itu adalah utang rekanan,“ dalihnya singkat waktu itu.***(dik)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang