Senin, 13 Mei 2019 13:52

Usai Pileg dan Pilpres, Riak-riak Pilkada Pelalawan Mulai Memanas

Pilpres dan Pileg sudah usai. Helat besar daerah yaitu Pilkada Pelalawan, mulai digaungkan. Akhir tahun ini tahapannya sudah dimulai.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Perhelatan akbar pesta demokrasi dikabupaten Pelalawan berupa Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden baru saja usai diselenggara dikabupaten Pelalawan. Penyelenggaraannya, ditengarai berjalan, aman dan lancar.

Usai pemilu serentak tersebut, kini masyarakat kabupaten Pelalawan dihadapkan dengan perhelatan Pemilu Kepala Daerah (Pilkada). Dikabarkan tahapannya, dimulai akhir tahun 2019 ini.

Riak-riak suksesi Pilkada sejatinya, bakal dihelat tahun 2020, untuk mengisi jabatan kepala daerah kabupaten Pelalawan, lima tahun kedepan periode 2021-2026. Figur-figur dari berbagai lintas profesi dikabupaten Pelalawan mulai bermunculan, kepermukaan. Meskipun, figur-figur itu hanya sebatas memanaskan dan dinilai hanya-hanya main-main. Akan tetapi membikin warna suksesi Pilkada Pelalawan menarik untuk disimak.

Bahkan dihalaman media sosial (Medsos) beberapa pekan terakhir ini, dibuat sibuk dengan munculnya, figur menyatakan diri maju untuk Pilkada Pelalawan. Tidak itu, saja berbagai poling-poling yang berisikan figur-figur tokoh Pelalawan bermunculan.

Terkait tahapan Pilkada Pelalawan KPU Pelalawan menyebutkan tahapan Pilkada ini, baru dimulai tahun depan. Meskipun demikian ditempat terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Tengku Mukhlis menyampaikan, bahwa pihaknya, belum mendapat informasi resmi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait dimulainya, tahapan Pilkada Pelalawan.

"Kalau menurut informasi lisan dari KPU, tahapan Pilkada Pelalawan bakal dimulai akhir tahun 2019 ini," terang Tengku Mukhllis, Senin (13/5/19).

Di tempat terpisah bupati Pelalawan HM Harris selaku datuk Setia Amanah ketika dimintai keterangannya, terkait mulai memanasnya, suksesi Pilkada Pelalawan.

Dalam sebuah wawancara singkatnya, bupati Pelalawan HM Harris, Senin (13/5/19) ia menyampaikan apresiasi kepada figur-figur yang menyatakan diri maju untuk Pilkada Pelalawan sebagai pengganti estapet kepemimpinan dirinya, untuk lima tahun kedeapan. Perlu digaris bawahi kata Harris mereka yang ingin maju harus siap untuk pembangunan kabupaten Pelalawan untuk jangka panjang. Sebab semua partai punya kemauan untuk bersaing dan semua masyarakat ingin juga untuk berbuat untuk kabupaten Pelalawan. Apalagi kita negara demokrasi. Semua memiliki hak untuk dipilih dan memilih. "Oleh karena itu, kita tidak menghambat kepada masyarakat. Silakan saja maju. Jika tak ada partai silakan bergabung dengan partai. Didalam partai itu ada ketentuannya, misalnya lewat penjaringan," tukasnya. Namun yang terpenting kata Harris, figur-figur menyatakan maju itu, harus juga didukung oleh faktor finansial. "Misalnya, survei tinggi namun finansial tidak ada sama saja tidak ada," ujarnya, seraya mengatakan dua hal ini harus sejalan. Berbicara soal finansial, untuk logistik Pilkada Pelalawan setidaknya, sebut Harris seorang figur yang menyatakan diri maju mesti menyiapkan dana paling sedikit Rp 15 milyar. "Mengingat tahapan Pilkada begitu panjang, seorang figur yang menyatakan diri maju, harus memiliki finansial paling sedikit Rp 15 milyar," tandasnya, seraya mengatakan finansial sebesar ini adalah paket hemat.***(feb)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang