Selasa, 7 Mei 2019 13:08

Balai Diklat LHK Taja Pelatihan Pengendalian Karlahut Perusahaan Perkebunan

Cegah Karlahut, Balai Diklat LHK gelar pelatihan pengendalian karlahut. Pesertanya tim Karlahut perusahaan perkebunan.

Riauterkini-PEKANBARU - Menurut forechaster BMKG Stamet Pekanbaru, Bibin Sulianto Selasa (7/5/19) mengatakan Riau pada Mei ini, sudah memasuki musim kemarau. Sejumlah titik panas di Riau mulai muncul.

"Prakiraan kami pada dasarian III bulan Mei sudah memasuki kemarau," terangnya.

Terkait hal itu, Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan Pekanbaru melakukan training Pengendalian Kebakaran Hutan, Lahan dan Kebun bagi Pemegang Izin Usaha Perkebunan (IUP).

Training digelar pada 29 April – 4 Mei 2019 dibuka langsung oleh Kepala Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan Pekanbaru, Kamaruddin, S.Hut.T dengan dihadiri perwakilan perusahaan Pemegang IUP, diantaranya PT HSJ, PT AIL, PT RSK, PT ISJ, PT SMA Teluk Panji, PT TYE, PT PMBN, PT MUP, PT RAU dan PT IIS Jambi.

Menurut Kepala Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan Pekanbaru, Kamaruddin, tujuan kegiatan kali ini untuk meningkatkan kemampuan serta pengetahuan tim pemadam kebakaran di unit kebun baik teknik pemadaman maupun pencegahan, sehingga dapat mengantisipasi kejadian kebakaran di HGU maupun lahan masyarakat yang berdekatan dengan area HGU perusahaan.

“Kegiatan pelatihan ini sebagai bentuk kewajiban perusahaan dalam mempersiapkan sumber daya manusia untuk melakukan pengendalian kebakaran hutan, lahan dan kebun. Ada 3 hal yang penting dalam pelatihan, yaitu peningkatan kemampuan, keterampilan, sikap dan prilaku," ujarnya seraya menambahkan, dengan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik, maka akan meningkatkan kinerja.

Sementara itu, Ir Welly Pardede mewakili perusahaan Asian Agri mengungkapkan, pengetahuan dan kemampuan yang telah diperoleh dari BDLHK dari para pengajar menjadi bekal untuk menjalankan kegiatan pencegahan ataupun pemadaman di unit masing-masing perusahaan, sehingga tidak ada kasus kebakaran di lokasi kebun atapun yang berbatasan dengan HGU.

Perwakilan GAPKI Pekanbaru, H Rafmen memaparkan, bencana asap merupakan gangguan dan ancaman terbesar di Indonesia.

"Kami dari GAPKI sangat mengapresiasi perusahaan perkebunan yang berperan aktif dalam meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam hal mengantisipasi dan mencegah bencana asap ini," katanya.

GAPKI percaya bahwa SDM menjadi hal yang penting untuk mendorong kemajuan di seluruh sektor-sektor pembangunan. Dengan peningkatan SDM yang baik maka akan di peroleh peningkatan kinerja. ***(H-we)  


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang