Jum’at, 26 April 2019 12:36

Tidak Kompeten, Siap-siap Guru Honor Pemkab Bengkalis Dimutasi ke Guru Honor Komite

Untuk mengurangi ketimpangan pengangkatan guru honor, Disdik Bengkalis membuat Si Cekgu. Mereka yang tak kompeten, akan dimutasi.

Riauterkini-BENGKALIS- Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bengkalis Edi Sakura, S.Pd, M.Pd mengatakan, untuk mengurangi ketimpangan pengangkatan guru honor pemerintah kabupaten dan ataupun guru kontrak komite, menciptakan sistem Cek Guru atau Si Cekgu.

Misalnya kata Edi Sakura, pengangkatan melalui uji kemampuan baru dinyatakan lulus, baru bisa dikeluarkan surat keputusan (SK) kontrak. Selama ini sebutnya tidak, seperti ketika ada honorer yang lulus aparatur sipil negara (ASN) kemudian langsung diisi oleh tenaga kontrak, sehingga akan terjadi ketimpangan.

"Tahun ini guru kontrak baik kabupaten maupun komite sudah mulai ujian untuk tahun 2020. Kuota masih seperti pada tahun 2018 lalu sekitar 2.600 orang," ungkapnya kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Jum'at (26/4/19). Dijelaskan Edi, aplikasi Si Cekgun ini adalah aplikasi yang dibuat Disdik Kabupaten Bengkalis yang fungsinya adalah untuk mengecek ataupun menguji kompetensi guru kontrak di Kabupaten Bengkalis.

Ada empat kompetensi, yaitu kompetensi sosial, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi bidang studi apabila seorang guru kelas ini yang akan diujikan dengan soal 100 di dalamnya. Dari soal 100 akan tetapi beng soalnya 1.000, soal antara peserta satu dengan yang lainnya tidak ada yang sama karena beng soalnya 1.000.

"Untuk peserta tahun depan akan diuji setelah launching atau diperkenalkan secara resmi oleh Bupati Bengkalis Amril Mukminin. Nah jika nanti sudah diperkenalkan dan pak bupati sudah setujui antara Juni atau Juli untuk guru kontrak itu akan kita lakukan," terangnya.

Apa gunanya? Lanjut Edi Sakura, apabila guru itu dikontrak setelah mengikuti uji kelulusan, akan ada dua manfaat, pertama administrasinya sudah tidak diragukan atau misalnya umur, jenjang pendidikan, bidang studinya dan lain sebagainya. Kedua, setelah bidang studi ini, selanjutnya l kemampuan.

"Nanti guru kontrak yang ada sekarang, baik kontrak komite dan kontrak pemerintah kabupaten, dan kedua-keduanya akan diuji. Bisa saja guru kontrak itu sudah 18 tahun menjadi honor karena uji kompetensi tidak mampu, bisa jadi honor yang baru sebagai guru dan di kontrak komite yang lulus kompetensi yang dibayar kabupaten. Sedangkan yang honor 18 tahun ditukar menjadi kontrak komite sedangkan yang kontrak komite jadi guru kontrak pemerintah kabupaten karena kemampuan," tegasnya.

Oleh karena itu tambah Edi, ada target Disdik Kabupaten Bengkalis pada tahun 2021 mendatang diupayakan seluruh guru kontrak menjadi kontrak pemerintah kabupaten, apabila kondisi keuangan daerah mengizinkan.***(dik)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang