Sabtu, 20 April 2019 16:42

PKS Riau Panen Kursi di Tiga Parlemen

PKS Riau panen besar di Pemilu 2019. Meraup kursi di tiga jenjang parlemen dengan jumlah mencengangkan.

Riauterkini - PEKANBARU - Milad ke-21 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tahun ini membawa berkah. Partai dakwah itu mengkalim menuai perolehan kursi maksimal, baik di DPRD Kota Pekanbaru, DPRD Riau mau pun DPR RI.

Demikian dikatakan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Provinsi Riau, Hendri Munief, pada saat tasyakuran milad ke-21 PKS di Markas Dakwah, Jalan Soekarno Hatta, Sabtu (20/4/19).

Menurut politisi muda partai identik dengan warna putih, kuning dan hitam tersebut, perolehan kursi PKS bahkan sangat mungkin bertambah dari yang diperkirakan saat ini, seiring masih adanya tambahan suara dari perhitungan suara yang sedang dilakukan.

Di DPRD Kota Pekanbaru misalnya, diperkirakan dari hitungan rekap surat suara (C1) yang didapat dari berbagai Tempat Pemungutan Suara (TPS) perolehan kursi yang awalnya bisa mencapai 10 kursi, sangat mungkin bertambah menjadi 13 kursi.

Kemudian DPRD Riau bahkan diyakini dapat mencapai 13 kursi. Sementara untuk DPR RI bisa mencapai lima kursi. Capaian kursi di tiga parlemen itu, tentu saja perolehan yang sangat mengembirakan. Dibanding perolehan kursi PKS saat ini, yakni di DPRD Kota Pekanbaru 3 kursi, DPRD Provinsi Riau, 3 serta DPR RI 1 kursi.

Atas pencapaian itu, Hendri Munief pun menyebutnya dengan penomena luar biasa. Disebut, penomena lantaran peningkatan perolehan kursi secara merata, tidak hanya di Riau.

Meski begitu, Munief juga menyatakan juga tak terlepas dari kepercayaan yang diberikan masyarakat kepada PKS, melalui Pemilu serentak antara Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) yang digelar pada 17 April lalu.

"Ini penomena luar biasa. Saya yakin ini adalah bentuk kepercayaan masyarakat kepada PKS," ungkap Munief.

Meski begitu, Munief menyatakan tak ingin jumawa. DPW PKS telah menyiapkan sejumlah advokat dan saksi tambahan untuk melakukan pengawasan selama proses perhitungan suara yang sudah disalurkan ke kecamatan sampai perhitungan di tingkat kabupaten kota termasuk tingkat provinsi nanti.

Ditegaskannya, setiap detik perolahan suara sangat rentan hilang. Melalui tim advokat dan saksi tambahan yang tergabung dalam Unit Reaksi Cepat (URC) akan melakukan pengawasan setiap perhitungan dan pendistribusian suara.

Tidak hanya itu, relawan dari Front Pembela Islam (FPI) juga diminta berpartisipasi bergabung dalam URC ini untuk melakukan pengawasan suara. "Kami akan terus mengawal selama proses perhtiungan suara. Bagi ada pihak yang mencoba bermain dengan suara, tentu melalui tim yang kita siapkan ini yang akan menyediakannya," ujar Munief.***(mok)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang