Senin, 15 April 2019 16:42

Badan Arkeologi Sumut Tertarik Teliti Peninggalan dan Bukti Sejarah di Rohul

Badan Arkeologi Sumut yang membawahi lima provinsi, berkunjung ke Rohul. Mereka tertarik untuk mendalami peninggalan dan bukti sejarah di kabupaten itu.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Untuk pertama kalinya Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, didatangi pihak Badan Arkeologi Sumatera Utara (Sumut), memperdalam peninggalan dan bukti sejarah.

Kunjungan pihak Badan Arkeologi Sumut ke Kabupaten Rokan Hulu merupakan bukti adanya perhatian dari pihak luar terhadap potensi yang ada daerah berjuluk Negeri Seribu Suluk ini, khususnya di bidang peninggalan sejarah.

Badan Arkeologi Sumut sendiri‎ membawahi lima provinsi, yakni Provinsi Aceh, Provinsi Sumut, Sumatera Barat (Sumbar), Riau, dan Provinsi Kepulauan Riau.

Saat kunjungan ke Kabupaten Rokan Hulu selama dua hari, mulai Ahad (14/4/2019) hingga Senin (15/4/2019), Kepala Badan Arkeologi Sumut Dr. Ketut Wiradayana, M.Si, didampingi 3 staff Badan Arkeologi Sumut, yakni Stanop Purnawibowo, Tomi Sitorus dan Anwar Bahri.

Kedatangan Tim Arkeologi Sumut disambut baik oleh Pemkab Rokan Hulu yang diwakili Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Rokan Hulu Drs. Yusmar M.Si, didampingi Kepala Bidang Kebudayaan Disparbud Kabupaten Rokan Hulu Fitriani, serta seorang staff Nurdin.

Pada kunjungannya, Tim Arkeologi Sumut meninjau Makam Raja-raja Rambah di Desa Rambah Kecamatan Rambah Hilir, Rumah Rarangan Suri Andung Jati di Kaiti Desa Rambah Tengah Barat Kecamatan Rambah, serta Istana Raja Rokan terletak di Desa Rokan Koto Ruang Kecamatan Rokan IV Koto.

Di sela kunjungan, Kepala Arkeologi Sumut, Ketut mengatakan dari tiga lokasi yang dikunjungi Kabupaten Rokan Hulu mempunyai objek penelitian yang besar dan potensi untuk dikembangkan, seperti berdasarkan salah satu bukti yang ditemukan di Makam Raja-raja Rambah terdeteksi daerah ini telah ada sejak Dinasti Ming, kisaran abad 15 dan 16.

"Namun tentunya masih memerlukan penelitian lebih lanjut, untuk mendapatkan hasil yang lebih baik," jelas Ketut.

Menurut Ketut, ditemukan juga ada kaitannya Makam Raja-raja Rambah dengan Rumah Rarangan Suri Andung Jati di Kaiti yang dibuktikan dengan ditemukannya puing yang sama, dan perlu ditelusuri lebih jauh dengan menelusuri sungai-sungai besar, dan kecil di Kabupaten Rokan Hulu yang dihubungkan dengan daerah lain, khususnya Sumbar dan Sumut.

Saat berkunjung ke Istana Raja Rokan di Kecamatan Rokan IV Koto, Ketut mengaku juga sangat terkesan dengan peninggalan sejarah yang masih baik dan fenomenal, ditandai dengan bentuk ukiran dan bentuk istana asli yang masih utuh dan terpelihara dengan baik.

"Ini juga perlu kita pelihara dan manfaatkan secara maksimal, kalau tidak benda sebagai bukti sejarah kerajaan melayu ini tinggal menunggu runtuh dan roboh," ujarnya.

Ketut menyarankan agar Istana Raja Rokan dimanfaatkan secara maksimal, semisal menjadikan bangunan istana ini sebagai penginapan khusus atau home stay, karena ada enam rumah yang masih bisa dipelihara bersama ke tujuh istana tersebut.

Menurut Ketut, masyarakat tentunya akan terobsesi bagaimana menginap di sebuah istana, apalagi di rumah dan kamar yang pernah ditempati seorang raja.

"Sudah barang tentu bernilai tinggi dan harganya akan mahal. Sehingga hasilnya akan dapat menutupi biaya perbaikan istana, menghidupkan ekonomi masyarakat serta menambah minat pengunjung ke daerah ini," kata Ketut.

Selain itu, Ketut juga menyampaikan masukan berkenaan dengan perbaikan mandi cuci kakus (MCK), sejarah dengan menggali informasi dan cerita-cerita yang ada di masyarakat, disamping dari buku dan bukti berupa benda tak benda sebagi referensi untuk memperdalam dan memperkuat kebenaran suatu sejarah.

Ketut yakin Kabupaten Rokan Hulu menyimpan beberapa sejarah dengan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya akan bermanfaat bagi masyarakat masa sekarang maupun masa mendatang.

Ketut berharap adanya sinergisitas antara dinas terkait dan pemerintah daerah, provinsi dan pusat.

"Kami dari Badan Arkeologi Sumatera Utara sendiri siap menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, khususnya di bidang arkeologi," pungkas Ketut.

Sementara, Kepala Disparbud Kabupaten Rokan Hulu Yusmar sangat menyambut baik kedatangan tim dari Badan Arkeologi Sumut. Menurutnya, dengan kunjungan itu sebagai bukti adanya perhatian Badan Arkeologi terhadap peninggalan sejarah di Negeri Seribu Suluk.

Yusmar mengaku siap bekerjasama dengan Badan Arkeologi‎ Sumut‎, dengan tujuan dalam menggali seluruh peninggalan sejarah dan bukti sejarah yang ada di Kabupaten Rokan Hulu.***(zal)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang