Ahad, 14 April 2019 19:19

Suara Petani Sawit Indonesia, Suara Pemenang

DPP Apkasindo minta seluruh petani sawit Indonesia di 22 DPW dan 116 DPD tidak golput. Jangan sampai ada suara sia sia.

Riauterkini-PEKANBARU-Puncak perhelatan demokrasi (Pemilu) tinggal dua hari lagi. Meski hanya hitungan jam proses puncak demokrasi itu, akan sangat berdampak bagi perjalanan Bangsa Indonesia lima tahun ke depan.

Lantaran itu Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO), Ir. Gulat ME Manurung, MP, Ahad (14/4/19) menghimbau kepada semua petani kelapa sawit Indonesia di seluruh pelosok Nusantara, untuk benar-benar memanfaatkan hak pilihnya.

"Jangan biarkan satupun suara Petani Sawit yang tercecer sia-sia. Negara memanggil kita Petani Sawit. Saya menghimbau 22 DPW APKASINDO setingkat Propinsi dan 116 DPD APKASINDO setingkat Kabupaten/Kota diseluruh Indonesia, untuk menggegas semua Petani Sawit di Daerahnya masing-masing untuk aktif berpartisipasi pada tanggal 17 April nanti untuk menghentikan aktifitas kegiatan perkelapasawitan dari jam 08.00-14.00 WIB," imbau Gulat Manurung.

Pada Pesta Demokrasi kali ini ada 228 orang Putra/i terbaik kader/Pengurus APKASINDO yang mencalonkan diri dari seluruh elemen kepengurusan menjadi Caleg DPRD Kab/Kota/Propinsi, DPR RI dan DPD RI, ini saat nya memastikan keterwakilan Petani di Parlemen.

"Ada sekitar 16 juta jiwa masyarakat yang bersentuhan langsung dengan kelapa sawit di Indonesia. Ini jumlah yang tidak sedikit. Saya berharap petani kelapa sawit jangan Golput. Jadilah pelopor suksesnya pesta demokrasi ini dengan mengajak tetangga dan handai taulan sama-sama ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada hari 'H'," pinta Gulat.

Terkait siapa calon presiden yang bakal dicoblos, Gulat sepenuhnya menyerahkan kepada para petani sawit.

"Saya yakin petani sudah sangat paham apa yang mereka butuhkan selama ini dan seperti apa kebutuhan itu bisa mereka gapai melalui keterwakilan di Parlemen dan Model Presiden mana yang bisa membawa gerbong kepentingan Petani Sawit Indonesia. Contoh sederhananya adalah Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), sarana prasaran, Program TORA dan sertifikasi tanah-tanah petani. Petani sudah sangat tahu dan merasakan manfaat program ini. Intinya, petani sawit saat ini sudah sangat mengerti siapa yang benar-benar mengerti dengan petani," ujar Gulat.

Saat ini kata Gulat, meski baru menahkodai DPP Apkasindo, tapi sudah langsung ada sederet gebrakan yang dilakukan. Salah satunya adalah berkirim surat protes kepada Uni Eropa tentang kebijakan RED II.

"Kebijakan ini enggak fair. Masak sawit yang oleh para peneliti dianggap paling aman dan bermutu tapi Uni Eropa justru melarang penggunaan sawit ini. Ini kan enggak bener. Enggak ada satupun manusia di dunia ini yang ingin merusak alamnya, apalagi petani. Entahlah nanti di eropa ditemukan cara bertanam sawit dengan teknologi pertanian di awang-awang, yg tidak perlu buka hutan, baru kita ikut mereka," ujar Gulat.

Dalam hal urusan lobi-lobi seperti ini diperlukan legislator yang benar-benar memahami tentang kalapa sawit dan industrinya, untuk itu sangat diperlukan suara Petani Sawit tgl 17 nanti untuk memastikan keterwakilan petani di parlemen. "Jangan sampai GOLPUT," pinta Gulat yang akrab dipanggil GM.

. Petani wajib mendukung perlawanan yang dilakukan oleh pemerintah terhadap Uni Eropa, termasuk juga terhadap terobosan yang sedang dilakukan oleh Pemerintah.

"Salah satu cara yang paling sederhana untuk mendukung pemerintah adalah mari kita bersatu, saling erat berpegangan tangan bahwa 'sawit adalah kita'. Karena sawit merupakan anugerah terindah buat negara kita, oleh karena itu mari kita jadikan Sawit adalah salah Satu Perekat Bangsa dari Sabang sampai Merauke. Ingat tanggal 17 April, negara memanggil Suara Petani Kelapa Sawit, jangan sampai tidak menggunakan hak suara pada pesta demokrasi ini, suara petani sawit adalah suara penentu bagi keberlanjutan negara ini," pungkasnya.*(H-we)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang