Rabu, 10 April 2019 18:09

‎Sekaligus Resmikan Rumah Rarangan,
Bupati dan Sekda Rohul Hadiri Tradisi Mandai Ulu Taon di Desa Rambah Tengah Barat

Bupati Rohul resmikan Balai Adat Pertemuan dan Rumah Rarangan Boru Namora Suri Andung Jati di Rambah Tengah Barat. Bupati juga ikuti makan bersama yang disebut Mandai Ulu Taon.

‎Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Bupati Rokan Hulu (Rohul) H. Sukiman, didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rokan Hulu H. Abdul Haris S.Sos, M.Si, menghadiri tradisi Mandai Ulu Taon Rumah Rarangan Boru Namora Suri Andung Jati, Desa Adat Rambah Tengah Barat, Kecamatan Rambah, Rabu (10/4/2019).

Pada acara tersebut, Bupati Rokan Hulu dan rombongan, termasuk Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Rokan Hulu Drs. Yusmar M.Si disambut ratusan masyarakat Mandailing dari tujuh kampung atau napituhuta, dan tari tor-tor‎.

‎Pada acara tersebut, Bupati Rokan Hulu Sukiman juga meresmikan Balai Adat Pertemuan dan Rumah Rarangan Boru Namora Suri Andung Jati, sekaligus Mandai Ulu Taon (Makan Bersama) di Huta Kaiti Desa Adat Rambah Tengah Barat, Kecamatan Rambah.

Karena ada acara lain, Bupati Sukiman lebih dulu‎ meninggalkan lokasi acara, dan diwakilkan kepada Sekda Rokan Hulu Abdul Haris, dan tidak sempat ikut makan bersama dengan masyarakat dan pucuk suku Mandailing.

‎Sebelumnya, pada sambutannya Bupati Sukiman mengatakan tradisi Mandai Ulu Taon merupakan tradisi‎ masyarakat Mandailing di Kabupaten Rokan Hulu.

Ia mengharapkan masyarakat Mandailing tetap menjaga tradisi Mandai Ulu Taon yang biasa dilakukan usai panen raya padi, apalagi fasilitas yang ada di Rumah Rarangan Boru Namora Suri Andung Jati‎ sudah dibangun pemerintah, dan sudah banyak perubahan dari tahun ke tahun.

Ia mengharapkan fasilitas yang dibangun pemerintah tersebut dijaga oleh masyarakat. Ia juga berharap dinas terkait, dalam hal ini Disparbud Rokan Hulu membukukan tradisi Mandai Ulu Taon, dengan melakukan study tentunya, sehingga dikenal oleh khalayak ramai dan generasi muda.

"Tradisi Mandai Ulu Taon ini sangat baik, karena dapat mempertebal rasa kegotongroyongan masyarakat Mandailing, dan akan memberikan pemahaman kepada generasi muda ke depan," pungkas Bupati Rokan Hulu, Sukiman.

Usai makan bersama, Sekda Rokan Hulu Abdul Haris mengatakan lokasi sejarah Rumah Rarangan Boru Namora Suri Andung Jati sangat luar biasa, sebab dari lokasi ini diketahui sejarah tentang masyarakat Mandailing pertama kali datang ke Kabupaten Rokan Hulu.

"Dari sinilah datangnya masyarakat Mandailing yang ada saat ini di tujuh huta (kampung), kalau sekarang kita hitung-hitung ada 21 desa di Rokan Hulu ini," jelas Sekda Rokan Hulu.

"Jadi masyarakat Mandailing di 21 desa ini berasal dari sini‎ (Huta Haiti)," tambahnya.

Di lokasi itu, sambung Sekda Rokan Hulu, menambahkan dulunya bukan hanya ada Rumah Rarangan Boru Namora Suri Andung Jati saja, tapi ada beberapa rumah tinggal, termasuk rumah tempat pertemuan.

"Jadi ke depan, pemerintah daerah juga masih melanjutkan pembangunan‎, tahun ini kita akan membangun pagar, landscape, dan gapura yang sesuai adat istiadat Mandailing di lokasi ini," ujarnya.

‎ Sekda Rokan Hulu juga mengharapkan sebelum tahun 2020, penulisan sejarah tentang masuknya suku Mandailing ke Kabupaten Rokan Hulu sudah dilaksanakan, melalui seminar dan merangkum informasi dari masyarakat Mandailing tentunya.

Kepala Disparbud Rokan Hulu, Yusmar, mengatakan dinasnya akan membuat buku tentang Rumah Rarangan Boru Namora Suri Andung Jati‎, termasuk sejarah pertama kalinya masyarakat Mandailing datang ke Kabupaten Rokan Hulu.

Untuk pembuatan buku sejarah Mandailing, diakui Yusmar membutuhkan waktu yang lama, sebab harus dilakukan study serta seminar, dan harus didudukkan bersama.

‎Yusmar mengaku untuk mengenalkan Rumah Rarangan ini, Disparbud Rokan Hulu bersama masyarakat juga berencana membuat even tingkat sumatera yang berhubungan dengan suku Mandailing.

Sementara, Ketua Panitia Acara, Damri Nasution, mengatakan Mandai Ulu Taon merupakan tra‎disi masyarakat Mandailing di Rokan Hulu, dan dilakukan setiap tahun setelah masa panen raya.

Ia mengaku acara tersebut juga sebagai ajang silaturrahmi dan membangun gotong royong masyarakat Mandailing, sebab mulai masak nasi dan daging kerbau, serta makan bersama dilakukan secara bersama-sama.

Damri mengharapkan pemerintah bisa menjadi tradisi Mandai Ulu Taon sebagai agenda tahunan dan menjadi tempat wisata, serta pusat informasi tentang sejarah masyarakat Mandailing di Kabupaten Rokan Hulu.‎***(ADV/Pemkab Rokan Hulu)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang