Sabtu, 16 Maret 2019 19:41

Seorang Kepala Sekolah di Inhu Dianiaya Muridnya Sendiri

Seorang murid SMA 2 Rakit Kulim, Inhu nekat menganiaya kepala sekolahnya. Siswa kelas XII melakukan karena tidak terima orang tuanya dipanggil pihak sekolah.

Riauterkini-PEKANBARU-Seorang siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) melakukan perbuatan tidak terpuji, dengan menganiaya kepala sekolah nya. Perbuatan yang tidak patut dicontoh ini dilakukan akibat pihak sekolah memanggil orang tua pelaku.

Penganiayaan terhadap kepala sekolah SMAN 2 Rakit Kulim, Inhu bernama Bambang Fajrianto (50) ini dilakukan seorang siswa nya yang berinisial A (19) pada Rabu (13/3/19) sebagaimana disampaikan Paur Humas Polres Inhu Aipda Misran, Sabtu (16/3/19).

"Peristiwa penganiayaan terhadap kepala sekolah SMAN 2 Rakit Kulim ini sudah dilaporkan ke Polsek Kelayang," ujarnya.

Peristiwa penganiayaan terhadap kepala sekolah SMN 2 Rakit Kulim ini berawal pada Rabu (13/3/19) sekira pukul 08.00 WIB disaat murid kelas XII SMAN 2 Rakit Kulim tengah melaksanakan ujian. Dimana saar itu pelaku terlihat sedang marah-marah, akibat orang tuanya dipanggil pihak sekolah.

"Saat itu pengawas ruangan ujian Yuliana keluar ruangan karena ada salah satu murid berinisial A marah-marah karena orangtuanya dipanggil ke sekolah," ungkapnya.

Pelaku A yang tidak terima orang tuanya dipanggil pihak sekolah, kemudian memaki kepala sekolah Bambang, makian itu membuat Bambang tersingung lalu menegur muridnya tersebut. Bambang juga meminta agar A tidak melakukan keributan di sekolah.

"Saat Bambang menegur A, tiba-tiba A yang tidak terima langsung mencekik leher Bambang hingga mengakibatkan memar di bagian leher. Bahkan A juga menendang tangan Bambang sebanyak satu kali hingga mengakibatkan memar, tak sampai di situ, A juga memukul kepala Bambang serta bibirnya hingga mengakibatkan luka dan berdarah," tandasnya.

Walau dianiaya dan diperlakukan semena-mena oleh murid nya tersebut, Bambang tidak melakukan perlawanan. Namun kejadian tersebut selanjutnya dilaporkan ke Polsek Kelayang untuk pengusutan lebih lanjut.

"Saat ini kasus tersebut sedang didalami Polsek Kelayang, sejumlah guru dan korban diperiksa untuk dimintai keterangan. Orangtua A juga akan diperiksa polisi," jelasnya. *** (Rul)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang