Rabu, 13 Maret 2019 15:03

7 Pelayan Kafe di Rambah Hilir dan Tambusai Diamankan ke Kantor Satpol PP Rohul

Usai 'mengobrak-abrik' tempat maksiat di Kecamatan Rambah Hilir, Satpol PP Rohul menggiring tujuh pelayan kafe ke kantornya untuk dimintai keterangan.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Satpol PP dan Damkar Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) berhasil "obrak-abrik" tempat maksiat di Kecamatan Rambah Hilir dan Kecamatan Tambusai, Selasa malam (12/3/2019) sampai Rabu dini hari (13/3/2019).

Operasi dipimpin Kasat Pol PP Rohul Andi Yanto diwakili Kepala Bidang Operasional dan Pengamanan Satpol PP dan Damkar Rokan Hulu, Eko K Pranomo SP, melibatkan 30 personel, menindaklanjuti laporan masyarakat yang resah dengan keberadaan tempat maksiat.

Pada operasi dengan tujuan menjaga situasi Kamtibmas menjelang Pemilu 2019, serta bulan puasa Ramadhan, Satpol PP Rokan Hulu berhasil mengamankan 7 wanita yang diduga berprofesi sebagai pelayan warung remang-remang atau biasa disebut kafe.

‎Operasi pertama dimulai di warung tuak atau warung maksiat di Simpang D Desa Persiapan Tambah Jaya Kecamatan Rambah Hilir, Selasa malam sekira pukul 22.00 WIB. Dari warung milik wanita biasa dipanggil Meme ini, Satpol PP Rokan Hulu mengamankan 7 wanita malam yang diduga sebagai pelayan kafe.

Selanjutnya, pada operasi tempat maksiat di Simpang Balok Kecamatan Tambusai, Satpol PP Rokan Hulu turut mengamankan 2 wanita malam dari‎ kafe milik Arman.

"Jadi operasi ini dilakukan terkait laporan masyarakat yang resah dengan keberadaan tempat-tempat maksiat di daerahnya,"‎ jelas Kabid Operasional dan Pengamanan Satpol PP dan Damkar Rokan Hulu, Eko K Pranomo.

Eko mengungkapkan 5 wanita diamankan di kafe di Simpang D ada warga Rokan Hulu dan luar daerah. Satpol PP juga memanggil masing-masing pemilik warung maksiat untuk datang ke kantornya.

Tujuh wanita yang diamankan, sambung Eko, akan dikenakan tindak pidana ringan atau Tipiring. Sedangkan bagi pelaku yang pernah diamankan, dan tertangkap lagi, diakuinya tentu hukuman akan lebih berat lagi.

Terlepas itu, Eko mengatakan Satpol PP Rokan Hulu akan berkoordinasi dengan Polres Rokan Hulu untuk menggelar operasi-operasi rutin ke tempat maksiat, khususnya menjelang Pemilu 2019 dan bulan suci Ramadhan.‎

Eko mengaku Satpol PP Rokan Hulu‎ punya SOP sendiri untuk operasi. Jadwal operasi sengaja dibuat secara acak, apalagi operasi sering bocor, dimana ketika operasi tiba-tiba saja tempat maksiat sudah ditutup oleh pemiliknya.***(zal)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang