Senin, 4 Maret 2019 18:16

Disambut Sekda, Ini Arahan Kepala BNBP Ketika Ikuti Rakor Kesiapsiagaan Ancaman Karhutla

Kepala BNBP RI Letjen Doni Monardo hadiri Rakor Kesiapsiagaan Dalam Menghadapi Ancaman Karhutla di Bengkalis. Kedatangan rombongan disambut Sekda Bustami HY.

Riauterkini-BENGKALIS- Disambut Sekretaris Daerah (Sekda) H. Bustami HY, mewakili Bupati Bengkalis Amril Mukminin, SE, MM yang berhalangan hadir, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP) Republik Indonesia, Letnan Jenderal (Letjen) Doni Monardo, didampingi Gubernur Riau (Gubri) H. Syamsuar berkunjung Kota Bengkalis menggunakan helikopter milik TNI Angkatan Udara, Senin (4/3/19) siang.

Kunjungan tersebut sempat molor sekitar dua jam dari jadwal sebelumnya, karena menyusul sejumlah kegiatan yang harus diikuti oleh Kepala BNPB RI di Pekanbaru sebelum bertolak ke Bengkalis.

Selain Gubri H. Syamsuar, juga turut mendampingi Letjen Doni Monardo, tampak hadir Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pusat, Dwikorita Karnawati.

Kedatangan Kepala BNPB dan Kepala BMKG tersebut juga menghadiri langsung, kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapsiagaan Dalam Menghadapi Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau Tahun 2019, berlangsung di Aula Rapat Lantai IV Kantor Bupati Bengkalis, Jalan Ahmad Yani.

Adapun sebagai peserta Rakor tersebut, antara lain Forkopimda, Kepala Perangkat Daerah (PD) termasuk Camat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan seluruh Kepala Desa se-Kabupaten Bengkalis.

Kesempatan ini, Sekda Bengkalis H. Bustami HY mengatakan, sangat penting dilakukan koordinasi, hal ini dikarenakan kabupaten Bengkalis merupakan salah satu daerah di Provinsi Riau yang rentan terhadap terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Untuk itu seluruh elemen dituntut untuk siap siaga menanggulangi Karhutla.

Data terhitung awal Januari hingga Maret 2019 ini, hot spot ada 162 titik dengan luas lebih kurang 564 hektar (Ha). Dan terbesar terdapat di Pulau Rupat 119 titik luas 343 Ha. Kami yang ada di kabupaten Bengkalis sudah melakukan upaya mulai pemadaman pendinginan, maupun waterboombing.

"Pencegahan sejak dini secara terpadu, kami telah menerbitkan keputusan penetapan status siaga darurat bencana kabut asap akibat Karhutla. Diharapkan untuk senantiasa dapat bersinergi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing. Semua pihak juga mempunyai tanggung jawab, agar memberikan pemahaman, kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan yang berdampak pada lingkungan," katanya.

Kemudian Gubri H. Syamsuar dalam kesempatan Rakor ini juga berharap ada inovasi baru dalam penanganan Karhutla di Provinsi Riau, atu sekurang-kurangnya dapat mengurangi kejadian. Dan awal tahun sudah terjadi ratusan hektar lahan terbakar, terluas di Pulau Rupat dan yang memang bukan langganan lahan terbakar seperti daerah lainnya.

"Kami akan menerapkan Program Riau Hijau, dan akan menjadi komitmen untuk membangun Riau. Tidak ada lagi pembukaan lahan baru, tidak ada lagi perluasan izin, atau berkaitan dengan Hutan Tanaman Industri (HTI) atau perkebunan sawit. Kita ingin bersinergi dengan para bupati dan walikota," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BNPB RI, Letjen Doni Monardo ditemui awak media usai Rakor menyampaikan, bahwa kondisi saat ini adalah dampak elnino dengan waktu yang panjang. Jenderal bintang tiga ini berharap, Indonesia tidak terjadi sebagaimana yang dianalisa sejumlah pakar. Oleh karena itu sesuai dengan prakiraan dari BMKG, maka harus dilakukan penyusunan rencana agar dilakukan langkah-langkah pencegahan.

"Melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membakar lahan. Persentase terendah kebakaran terjadi karena tidak disengaja, seperti karena pontong rokok, kemudian kebakaran disengaja karena membuka ladang atau lahan, berada di tengah atau persentase sedang, kemudian yang persentase yang terbesar adalah masyarakat yang mau dibayar untuk membakar. Ini hasil tanya jawab dengan sejumlah kepada desa dan yang hadir Rakor tadi," ujarnya.

Nah, sambungnya, seluruh pihak harus melakukan berbagai upaya dan cara agar masyarakat secara sadar untuk tidak mau lagi membakar lahan. Langkah ini yang yang harus dilakukan satu bulan sebelum mendekati musim kemarau.

"Caranya gabungan mulai dari Dinas Pertanian, TNI, Polri, perguruan tinggi, dan seluruh komponen bersatu padu, keliling ke desa-desa untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk tidak lagi melakukan pembakaran. Kemudian bagaimana untuk melakukan penataan kembali kawasan hutan, dengan pola penanaman tanaman yang baru dan juga memiliki nilai ekonomis," tutupnya.

Usai menghadiri Rakor di Kantor Bupati Bengkalis, Kepala BNPB Riau, Letjen Doni Monardo dan rombongan sempat diagendakan akan meninjau Pos Pengendalian Karhutla di Pulau Rupat, namun dibatalkan.***(dik/inf)

Foto : Kunjungan Kepala BNPB RI, Letjen Doni Monardo ke Bengkalis, Senin (4/3/19).


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang