Jum’at, 22 Pebruari 2019 11:45

PT SMF Buat Taman di Okura Bersama Pemuda Setempat

Desa Okura kini punya taman bunga yang indah. Dibangun oleh pemuda setempat atas dukungan dari PT SMF.

Riauterkini - PEKANBARU - Berjarak lebih kurang 20 kilo meter atau menempuh perjalanan selama 30 menit dari Pusat Kota Pekanbaru, hamparan taman bunga tepatnya di Desa Okura Kelurahan Tebing Tinggi Kecamatan Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru terasa Indah. Dengan Bunga-bunga yang sedang mekar, jauh dari kebisingan kota dan berada dibibir sungai terdalam di Indonesia, Sungai Siak.

Sekelompok pemuda ramai-ramai bergotong royomg sedang mendirikan mainan Ayunan besi yang disekelilingnya terlihat Bunga Matahari dan Bunga lainnya sedang meka, seolah-olah bukan seperto kita berada di Pekanbaru-Riau.

Rasa penasaran tersebut membuat kita melihat dan bertanya lebih jauh kepada pemuda-pemuda tersebut, salah satunya Muslim (38 thn), yang didampingi Tenaga Pendamping Desa  Putra daerah Okura dari Sarjana Tamatan Uniersitas Lancang Kuning Toto Edi penduduk asli okura. Ketika kami coba mendekati sekumpulan pemuda-penuda tersebut dan bertanya kepada muslim kepada media.

”Desa Okura oleh pemerintah Kota Pekanbaru dijadikan menjadi Desa Wisata Unggulan Pekanbaru, karena selama ini ada beberapa kali para wisatawan lokal dan mancanegara seperti dari Malaysia, Thailand kunjungan Wisata ke Okura. Karena mungkin mereka tertarik dengan nama kampung Okura dari berbagai sumber seperti internet, karena bagi wisatawan nama kampung Okura ini unik seperti Bahasa Jepang, menurut ceritanya nama Okura ini nama kampung yang diberikan oleh orang Jepang, karena menurut sejarahnya Okura ini tempat jajahan Jepang dahulunya," kata Muslim.

Muslim menambahkan wisatawan melihat Okura di Internet, mungkin mereka lihat cantik. Namun setelah para wisatawan itu datang, ternyata mereka kecewa, dan mengatakan Okura tidak ada apa-apanya, tidak sesuai dengan harapan mereka. Akhirnya timbul pemikiran bagi saya untukmembuat tempat wisata dan saya melihat potensi alam yang ada disini, jadi saya harus menciptakan tempat wisata yang alamnya sudah ada sekaligus dengan melihat “pasarnya”, dan saya melihat pasarnya sekarang adalah orang-orang suka selfie (swafoto).

Maka terfikirkan sama saya untuk membuat taman bunga, karena semua kalangan dari anak-anak sampai orang dewasa bisa masuk (manfaatkan). Akhirnya saya ajak 20 orang pemuda-pemuda disini untuk mewujudkan ide ini dengan memanfaatkan dan meminjam lahan kosong yang semak belukar milik orang, saya meyakinkan pemilik lahan agar bersedia meminjamkan demi untuk mensejahterakan masyarakat Okura, pemilik lahan mengizinkan karena pemilik lahan juga berkeinginan lahannya akan dijadikan tempat wisata.

Kita, juga mendapatkan bantuan dari pemerintah juga mendapatkan bantuan PT Arara Abadi-Sinarmas, dan saya tidak membayangkan sebelumnya, begitu mudahnya bantuan yang kami perlukan secepatnya dibantu oleh Arara Abadi-Sinarmas, misal: Mainan Ayunan ada 3 buah, Barang-barang bekas dari Indsustri, misalnya Drum, Ban. Arara Abadi juga membantu membuatkan Nursery untuk pengembangan biakan bibit bunga. Kedepannya kita juga akan membuat Jembatan apung dan Gajebo apung.

Untuk mendapatkan bibit jenis-jenis bunga yang ditanam Muslim menambahkan: Untuk mendapatkan bibit, awalnya saya minta kepada rumah-rumah orang, lalu kita kembangbiakan, tapi ada juga yang kita beli dari luar daerah, seperti dari bandung. Ada 10 jenis bunga yang ditanam dalam taman bunga. Dan jumlah pengunjung pada hari libur pada saat bunga mekar, perhari tersebut mencapai 1000 orang pengunjung. Biasanya pada saat-saat Bunga Matahari Mekar yang selama 3 Minggu, pengunjungnya banyak.  

Sementara itu, Tenaga Pendamping Toto menambahkan: “Sebagai tenaga pendamping DMPA (Desa Makmur Peduli Api) PT Arara Abadi, yang mana dalam program DMPA diharapkan agar masyarakat dalam pengolahan lahan tidak membakar, dan program taman ini kita juga mengharapkan agar masyarakat tidak membakar, dan sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat. Program taman bunga ini awalnya tidak masuk dalam program DMPA perusahaan, tapi saya mengajak pak Jos (pimpinan DMPA Arara Abadi) untuk melihat prosfek taman bunga ini. Akhirnya perusahaan tertarik dan turut membantu.

  Menurut Kepala Program DMPA (Desa Makmur Peduli Api) dan Kepala CSR PT Arara Abadi-Sinar Mas Forestry Jos Rinaldi didampingi Humas PT AA-SMF Nurul Huda kepada media menjelaskan:

"Pada saat FGD (Focus Group Discution) dengan masyarakat Okura, awalnya taman Bunga ini tidak ada dalam pembicaraan, di FGD lebih fokus pada kegiatan Holtikultura dan Kegiatan Perekonomian lainnya yang diselaraskan dengan program DMPA Perusahaan yang di Okura ini sejak tahun 2017 lalu, tapi beberapa waktu kemudian, karena kita melihat potensi dan niat pemuda-pemuda okura ini cukup kuat, maka berdasarkan masukan sarjana tenaga pendamping desa yang ditempatkan perusahaan di Okura," paparnya.

Akhirnya perusahaan membantu pemuda-pemuda Okura ini, dan kedepannya kita juga sudah menyiapkan membangun Nursery untuk tempat pembibitan, karena tanaman bunga disini banyak jenis tanaman semusim yang setiap saat bibit tersebut perlu dikembangkan dan ditanam menggantikan bunga yang harus diganti.

Adanya masukan dari pemuda-pemuda disini dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas untuk dijadikan wadah sebagi tempat bunga, karena beberapa pengunjung taman Bungan mempunyai minat yang cukup besar untuk mendapatkan bibit bunga yang ada di taman bunga Okura ini. Bantuan yang diberikan perusahaan, disamping Barang-barang dari perusahaan, juga berbentukan bantuan dana hibah dana untuk modal pengembangan, termasuk bantuan berbentuk pelatihan dan pengembangan bibit di Nursery nantinya," ujar Jos.(rls)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang