Rabu, 20 Pebruari 2019 13:15

Ribuan Warga Tumpah Dalam Gelaran Cap Go Meh Pekanbaru

Masyarakat Thionghoa Pekanbaru menggelar perayaan Cap Go Meh. Berlangsung meriah diikuti ribuan warga.

Riauterkini - PEKANBARU - Gelaran Cap Go Meh yang berpusat di jalan Karet Pekanbaru atau yang lebih dikenal sebagai Kampung Melayu Tionghoa berjalan meriah. Diperkirakan ada sekitar 5000 warga yang hadir dalam acara penutup perayaan Imlek 2570 ini.

Ketua Panitia Imlek Bersama, Mariyana kepada Riauterkini.commenjelaskan perayaan Cap Go Meh memang dihadirkan setiap tahunnya. Dimana perayaan ini digelar sebagai penutup perayaan Imlek tepatnya pada malam hari ke-15 tahun baru imlek.

"Antusias warga Pekanbaru sangat bagus sekali. Bahkan gelaran ini bukan hanya diminati oleh warga Tionghoa saja, tapi juga warga yang berasal dari suku-suku lain yang ada di Pekanbaru. Bahkan hadir juga dari luar Pekanbaru," katanya.

Lanjutnya, acara yang juga dihadiri oleh seluruh ormas Tionghoa yang ada di Riau ini menyuguhkan berbagai pertunjukan seni budaya. Ini merupakan sumbangsih dari berbagai ormas Tionghoa, lembaga keagamaan dan lembaga pendidikan untuk memeriahkan perayaan Imlek di sio Babi Tanah ini.

Seni budaya tersebut meliputi berbagai atraksi menarik seperti barongsai patok ( di atas tiang besi ), barongsai LED, naga ultraviolet dan lainnya. Disamping itu, untuk pertama kalinya Panitia juga menampilkan cosplay dewa-dewa kuno yang diyakini memberikan keberuntungan, usia panjang dan kesejahteraan yang disebut Fu Lu Shou, dibawah cahaya 1.888 lampion merah di sepanjang jalan Karet tersebut.

Bagi pencinta fotografi, panitia juga membuka kesempatan bagi masyarakat luas mengikuti lomba fotografi dengan nuansa Cap Go Meh tersebut.

Seperti perayaan Cap Go Meh pada tahun-tahun sebelumnya, Panitia tahun ini juga mengundang kehadiran Walikota dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pekanbaru.

"Kita berharap rangkaian perayaan Imlek ini menjadi salah satu destinasi wisata. Sebab, Imlek bukan merupakan perayaan agama namun perayaan budaya. Sehingga, dapat dinikmati khalayak ramai," tutupnya.

Mariayana juga mengharapkan dukungan pemerintah bahkan menyambut baik jika pemerintah menyediakan lokasi yang lebih strategis. "Semakin tinggi amino masyarakat tentu membuat lokasi semakin sempit. Kita akan menyambut baik jika pemerintah ingin memberikan lokasi yang lebih luas dan tentu dapat menjadi penarik wisatawan untuk berkunjung ke Pekanbaru. Kita ingin gelaran kita ini turut andil dalam menjadikan Pekanbaru sebagai destinasi wisata," paparnya.

Sementara itu, Ketua Umum PSMTI Riau, Peng Suyoto mengatakan gelaran Cap Go Meh merupakan gelaran rutin yang digelar setiap tahunnya. Memang ini merupakan rangkaian dalam perayaan tahun baru Imlek. 

"Ini sudah kita lakukan sejak 18 tahun lalu. Dimana setiap gelaran antusiasme warga selaku bertambah. Ini membuktikan kekompakan, kerukunan antar beragama dan bermasyarakat semakin terjaga dan harmonis. Kita berharap tahun ini seluruh warga pekanbaru diberikan keberkahan dan kesuksesan yang berlimpah," pungkasnya.***(rul)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang