Jum’at, 15 Pebruari 2019 12:35

‎Disnakbun Rohul Bersama WRI Indonesia Petakan Luas Perkebunan Rakyat di 16 Kecamatan

Disnakbun Rokan Hulu tengah memetakan luas perkebunan swadaya atau perkebunan rakyat yang tersebar di 16 kecamatan di kabupaten itu. Disnakbun bekerja sama dengan World Resources Institute Indonesia.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disnakbun) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) tengah memetakan luas perkebunan swadaya atau perkebunan rakyat tersebar di 16 kecamatan.

Pelaksana tugas Kepala Disnakbun‎ Rokan Hulu Ir. Sri Hardono MM, melalui Kabid Prasarana, Sarana dan Penyuluhan Disnakbun Rokan Hulu Samsul Kamar S.Hut, M.Si, mengatakan pemetaan luas perkebunan rakyat merupakan kerjasama dengan ‎World Resources Institute (WRI) Indonesia.

Samsul menerangkan pada pemetaan luas perkebunan rakyat dilakukan Disnakbun Rokan Hulu, seluruh dananya didanai oleh WRI Indonesia selaku NGO‎ yang bekerjasama dengan Unilever.

"Jadi semua dana dari mereka, dan dinas kita hanya memfaslitasinya," jelas Samsul, Jumat (15/2/2019).

‎Kerjasama antara Disnakbun Rokan Hulu dengan WRI Indonesia, sambung Samsul, dalam rangka penyusunan pelaksanaan kebijakan satu peta, memetakan luas perkebunan swadaya atau perkebunan rakyat yang ada di Kabupaten Rokan Hulu.

"Karena data dari BIG (Badan Informasi Geospasial), BPS (Badan Pusat Statistik), dan pemerintah daerah, data luas perkebunan masih berbeda," ujarnya.

Menurut alumni Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini, dengan dilakukan pemetaan tentunya akan memperbaiki tata kelola perkebunan rakyat di tingkat kabupaten.

Personel dari Disnakbun Rokan Hulu dan dari kecamatan juga sudah diberi pembekalan melalui pelatihan dan kolaborasi dalam pembuatan peta tematik, dengan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan penginderaan jauh (PJ).

"Selama kerjasama kita sudah melakukan sosialisasi lintas OPD dan melatih tenaga SIG (Sistem Informasi Geografis) dan PJ (penginderaan jauh), termasuk survey verifikasi data se-Kabupaten Rokan Hulu, dan sertifikasi SDM (Sumber Daya Manusia)," katanya.

Seperti pada sosialisasi di Convention Hall Masjid Agung Islamic Center Pasirpangaraian, Kamis (14/2/2019), lebih difokuskan discussion group tentang data lahan perkebunan rakyat dengan skala 1:50.000.

Sosialiasi dilakukan dalam rangka mencari masukan dari kecamatan, penyuluh dan perusahaan, dan hasil digitasi penutupan lahan yang dilakukan tim pemetaan yang sudah terseleksi didampingi pihak WRI Indonesia.

Sosialisasi sehari juga dihadiri perwakilan perusahaan perkebunan yang ada di Kabupaten Rokan Hulu, seperti PTPN V, Astra Group yakni PT. Sawit Asahan Indah atau SAI, Surya Dumai, dan lainnya.

Setelah dilakukan pemetaan, tambah Samsul, Disnakbun Rokan Hulu akan melakukan uji publik peta bersama dan akan diserahkan ke pemerintah daerah melalui OPD-OPD terkait, untuk mengambil kebijakan.

"Sehingga kita tahu luas kebun rakyat dan komoditinya. Karena bukan hanya kebun sawit saja yang dipetakan, namun perkebunan karet, perkebunan kopi, dan kakao juga dipetakan," tambahnya.

Diakuinya, Disnakbun Rokan Hulu awalnya telah mempersiapkan sebanyak 25 personel, baik dari dinas dan kecamatan, dan kini menjadi 6 orang. Ke enam orang ini sudah diakui kompetensi yang dari Masyarakat Penginderaan Jauh (Mapin)‎.

"Jadi mereka (WRI Indoensia) support kita data, dan personel yang bekerja dan tetap lintas OPD. Dan Maret diperkirakan sudah selesai untuk pemetaan perkebunan rakyat atau perkebunan swadaya," pungkas Samsul Kamar.***(ADV/Pemkab Rokan Hulu)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang