Ahad, 10 Pebruari 2019 14:03

Rusak Parah, Masyarakat Sei Buluh Kuansing Tak Bisa Pasarkan Hasil Panen

Ruas jalan desa Sungai Buluh Kecamatan Singingi, kondisinya rusak sangat parah sehingga tak bisa dilalui masyarakat untuk beraktivitas teruma menjual hasil panen mereka.

Riaterkini - TELUKKUANTAN - Ruas jalan desa Sungai Buluh Kecamatan Singingi, kondisinya rusak sangat parah sehingga tak bisa dilalui masyarakat untuk beraktivitas teruma menjual hasil panen Tandan Buah Segar (TBS).

"Ini merupakan urat nadi perekonomian masyarkat desa Sungai Buluh, menuju PT. Wana Sari, kalau jalan ini putus, tentu akan mengganggu angkutan buah sawit masyarakat," ujar Musliadi, Dewan Kuansing, Ahad (10/2/2019) siang, kepada riauterkini.com.

Masyarakat setempat kata Musliadi, kepada dirinya menyampaikan, sangat mendambahkan perbaikan jalan tersebut, setidaknya diperbaiki melalui dana swakelolah.

"Karena, kondisi ruas jalan ini sipat sangat mendesak, sehingga, tak mungkin kita anggarkan di APBD 2020, dan itu kelamaan. Maka dari itu kita dorong dinas PU agar secepatnya tanggap terhadap kondisi jln yg sgt memperhatinkan itu," ungkap Cak Mus, sapaan akrabnya.

Menurut, Cak Mus, hal ini diadukan langsung Kades Sungai Buluh, Imam Suroyo, kepadanya ketika bersilaturrahim dengan 10 KUD di sana, yang merupakan mitra PT. Wanasari.

"Aspirasi mereka hanya perbaikan jalan, ini adalah untuk kepentingan orang banyak, bukan ada kaitannya dengan kepentingan politik segelintir para politikus. Tapi ini murni kebutuhan masyarakat ekstran yang mendambakan perbaikan jalan daerah Singingi dan Singingi Hilir," jelas Cak Mus.

Kemudian, kepada pemerintah daerah, ia menyarankan, untuk tidak hanya menunggu laporan masyarkat, tapi diminta pro aktif melihat kondisi alam saat musim penghujan.

Atas keprihatinannya, Cak Mus, juga menghimbau rekannya anggota dewan di dapil Singingi dan Singingi Hilir, untuk bersama-sama memperjuangkan perbaikan jalan tersebut, secara bersama-sama, karena merupakan kebutuhan masyarakat.

"Selama ini, kawan-kawan anggota dewan sebanyak 35 orang sudah sangat aspiratif memperjuangkan pembangunan jalan di wilayah Kuansing, namun karena keterbatasan anggran, sehingga tidak bisavterakomodir seluruhnya," terang Cak Mus.

Sementara, Plt. Kadis PUPR Kuansing, Ade Fahrel Arif, terkait kerusakan jalan ini, ia menaggapi agar Kedes setempat membuat surat permohonan perbaikan dan diketahui Camat setempat.

"Masukkan surat permohonan, tujukan kepada Bupati cq PUPR dan akan kita upayakan melalui swakelola," kata Ade Fahrer Arif.** (Jok)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang