Jum’at, 8 Pebruari 2019 14:56

Perkara Modifikasi Kendaraan,
BPTD Wilayah IV Riau Apresiasi Vonis Hakim

Vonis hakim yang menyatakan dua pengusaha angkutan yang memodifikasi kendaraannya, mendapat apresiasi dari BPTD Wilayah IV Riau Kepri.

Riauterkini-PEKANBARU-Dijatuhi vonis bersalah oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru dua pengusaha dibidang angkutan terjerat perkara pidana pelanggaran batasan sertifikasi uji type kendaraan atau Kendaraan Over Dimensi dan Over Load (ODOL) pada Kamis kemarin. Diapresiasi baik oleh pihak Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah IV Provinsi Riau-Kepulauan Riau (BPTD Wil.IV), yang menangkap dua truk pengangkut kayu yang melanggar tersebut.

"Kami sangat mengapresiasi dan menghormati keputusan majelis hakim PN Pekanbaru, dalam perkara ini," kata Syaifuddin Ajie Panatagama, selaku Kepala BPTD Wilayah IV Provinsi Riau - Kepulauan Riau, kepada riauterkini.com, Jum'at (8/2/19) siang.

Secara institusi berdasarkan tugas pokok BPTD sebagai perpanjangan tangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, BPTD mengharapkan hukuman yang dijatuhkan terhadap terdakwa adalah kurungan badan atau fisik.

"Jika saja vonis nya adalah kurungan badan, maka akan sangat sejalan dan mendukung kami dalam melaksanakan percepatan pencapaian target pemerintah, Indonesia Zero ODOL 2020, seperti di Philipina dan Vietnam," katanya.

Namun demikian bagi Ajie, proses hukum yang berjalan demikian merupakan amanah UU, jaksa dan hakim telah menjalankan kewenangannya dengan baik, hal ini sangat diapresiasi.

"Jajaran jaksa dan majelis hakim, tadi malam telah menorehkan tinta sejarah dalam penegakan hukum UU Nomor 22/2009, mereka adalah pelaku sejarah. Semoga hal ini menjadi langkah awal bagi proses peradilan bagi pengguna jalan raya," kata Ajie.

Kepala BPTD Wilayah IV ini menambahkan bahwa semangat penegakan hukum terhadap pelaku ODOL tersebut adalah sikap tegas terhadap perilaku yang setiap tahunnya telah merugikan negara hingga Rp 43 triliun.

"Di mata kami, perbuatan modifikasi kendaraan adalah sebuah kejahatan yang harus diberi sanksi tegas dan memiliki efek jera, tidak hanya kerugian negara, tapi juga merugikan masyarakat banyak pengguna jalan," katanya.

Sebelumnya, Iswandi alias Acua dan Edi Lee alias A Piau, dua pengusaha dibidang angkutan yang dihadirkan kepersidangan Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru atas pelanggaran batasan sertifikasi uji type kendaraan atau Kendaraan Over Dimensi dan Over Load (ODOL). Divonis hukuman denda oleh majelis hakim yang diketuai Sorta Ria Neva.

Kedua pengusaha tersebut dihukum dengan membayar denda masing masing sebesar Rp 12 juta. Jika tidak dibayar, maka dapat diganti (subsider) dengan kurungan badan selama 2 bulan.***(har)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang