Jum’at, 8 Pebruari 2019 10:37

2019, Bengkalis Tanggung Premi Kesehatan 64.685 Jiwa

Pemkab Bengkalis komit memberi pelayanan kesehatan pada masyarakat. 2019, sebanyak 64.685 warga ditanggung preminya.

Riauterkini-BENGKALIS- Perhatian Pemerintah Kabupaten(Pemkab) Bengkalis terhadap pelayanan kesehatan masyarakat semakin besar, terutama bagi masyarakat miskin dan kurang mampu. Tahun 2019 ini, pembayaran premi/iuran jaminan kesehatan bagi 64.685 jiwa akan ditanggung pemerintah.

Tanggungan premi tahun 2019 ini meningkat sekitar 22 persen atau 11.695 jiwa dari tahun sebelumnya yakni sebesar 52.990 jiwa masyarakat miskin dan kurang mampu yang masuk dalam Penerima Bantuan Iuran(PBI).

"Kita komitmen melanjutkan program Integrasi Jaminan Kesehatan Masyarakat Daerah (Jamkesmasda) ke JKN (Jaminan Kesehatan Nasional). Tahun ini kita menaikan jumlah peserta JKN PBI APBD yang tanggung premi/iuran," ungkap Kepala Dinas Kesehatan dr. Ersan Saputra TH melalui Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Heri Pratikno, SKM, MPH, Jum'at (8/2/19) pagi.

Diungkapkan Hari Pratikno, besarnya anggaran tanggunanpremi/iuran bulanan peserta PBI APBD Kabupaten Bengkalis pada tahun 2019 sebesar Rp8,9 miliar ke BPJS Kesehatan Cabang Dumai. Pembayaran dengan sistem Budget Sharing bersama Pemerintah Provinsi Riau (Pemprov) dengan perbandingan 50 persen : 50 persen

Proporsi anggaran 50:50 ini sangat menggembirakan, karena tahun 2018 lalu proporsi pembagian masih 80:20. Yakni, Pemkab Bengkalis menanggung 80 persen premi peserta PBI APBD dan Pemprov Riau menanggung 20 persen sisanya.

Besarnya premi yang ditanggung Pemkab Bengkalis sebesar Rp23.000 per jiwa per bulan. Artinya, total anggaran yang digelontarkan pada tahun 2018 sebesar Rp11.700.192.000,- (dengan perhitungan 52.990 jiwa x 12 bulan x 23.000 x 80 persen).

Sedangkan pada tahun 2019, jumlah tanggungan premi untuk peserta PBI sebanyak 64.685 jiwa sebesar Rp8.926.530.000, (dengan perhitungan 64.685 jiwa x 12 bulan x Rp.23.000 x 50 persen). "Adanya skema fifty fifty ini, makanya jumlah peserta JKN PBI naik sebanyak 11 ribu lebih," ungkapnya

Untuk menentukan, masyarakat yang masuk dalam peserta PBI APBD, Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis. Karena instansi tersebut yang memiliki kewenangan menentukan status miskin atau tidak miskin. 

Pada tahun 2019, Bengkalisseharusnya ditargetkan mencapai Universal Health Coverage (UHC). Artinya minimal 95% masyarakat sudah memiliki kartu jaminan kesehatan atau menjadi peserta JKN.

Berdasarkan evaluasi BPJS Kesehatan Cabang Dumai, sampai akhir 2018 masyarakat Kabupaten Bengkalis yang sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan sekitar sekitar 74persen. Artinya, kata Heri Partikno, masih ada sekitar 21 persen lagi untuk mencapai UHC tesrebut.

Tanggung Biaya Pendamping Keluarga Pasien

Tidak hanya pasien kurang mampu yang ditanggung PIB untuk Jaminan JKN. Ternyata keluarga pendamping pasien yang berobat di luar daerah juga dibantu Dinkes Bengkalis.

"Selain menanggung biaya premi/iuran bagi masyarakat miskin dan kurang mampu, Pemkab Bengkalis jugamembantu pembiayaan bagi pendamping pasien peserta PBI APBD yang melakukan pengobatan keluar daerah (Pekanbaru atau Jakarta)," imbuh Heri.

  Dikatakan Heri, biaya yang disediakan meliputi biaya transportasi, biaya makan minum dan akomodasi/penginapan untuk pendamping pasien. Bantuan biaya untuk pendamping pasien ini merupakan tindak lanjut dari tahun sebelumnya.

"Dengan program ini, masyarakat miskin sangat terbantu dengan adanya dana pendamping ini, karena pada saat pendamping/keluarga pasien mendampingi pasien keluar daerah secara otomatis yang bersangkutan tidak bisa bekerja menghasilkan uang, disamping tentu biaya makan dan akomodasi pendamping tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan," katanya lagi.

Sejauh ini sudah disediakan rumah tunggu di Pekanbaru yang bisa digunakan pasien dan keluarga dari keluarga miskin dan kurang mampu yang berobat ke Pekanbaru.***(dik/rls)


BERITA TERKAIT :

 

Loading...

 

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang