Kamis, 24 Januari 2019 09:37

Terlibat Pembunuhan Sadis, Kades dan Sekdes di Pelalawan Mulai Disidang

Kasus pembunuhan sadis seorang aktivis LSM mulai disidang PN Pelalawan. Kades dan Sekdes turut jadi terdakwa.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Hari ini atau siang nanti Kamis (24/1/19)  menggelar sidang Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan menggelar sidang perdana kasus pembunuhan sadis dengan korban seorang aktivis LSM.

  Humas PN Pelalawan, Kamis (24/1/19), Rahmad Hidayat Batu Bara, SH, MH mengatakan sidang tersebut bertindak sebagai hakim ketua pada persidang perdanan nanti, adalah Melinda Aritonang, SH, MH dengan hakim anggota Nurahmi, SH, MH dan dirinya sendiri.

Untuk panitra PN Pelalawan menunjuk, Hj. Mahnidar, sementara kata dia bertindak sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Pelalawan, Marthalius, SH.

"Kamis depan sidang perdana akan kita gelar. Tiga terdakwa dengan berkas terpisah," tandas Rahmad Hidayat.

Sebagaimana diketahui, kasus pembunuhan aktivis LSM bernama Daud Hadi ini, sebelumnya sempat menggemparkan kabupaten Pelalawan. Pasalnya, pembunuhan ini melibatkan Kepala Desa Sialang Godang dan Sekretaris Desa (Sekdes) dan dua orang eksekutor (satu orang masih DPO).

Sekedar mengingatkan, sebelumnya Kapolres Pelalawan, AKBP Kaswandi Irwan, S.Ik menuturkan, pihaknya akan menyeret semua orang yang terlibat dalam hilangnya nyawa penggiat LSM tersebut.

Data awal dan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi memberi petunjuk pada aparat mengenai keterlibatan dua tersangka, SY dan TS.

Penuturan SY, dirinya mengeksekusi Daud atas suruhan tersangka TS yang merupakan Sekretaris Desa Sialang Godang.

Penyidikan kasus tidak terhenti hanya pada mereka saja. "Ini pembunuhan berencana. Tentu tersangka tidak hanya ini (dua) saja. Kemungkinan bakal ada tersangka baru," beber Kapolres Kaswandi, saat memberikan konferensi pers waktu itu.

Hasil pengembangan penyelidikan diperoleh bukti kuat adanya keterlibatan Kades Sialang Godang, berinisial Ar. Ia ditetapkan sebagai tersangka setelah polisi menemukan sedikitnya dua alat bukti.

Terungkapnya tabir kematian Daud Hadi merupakan prestasi bagi Polres Pelalawan saat ini. Meski melalui penyelidikan yang panjang selama hampir tiga bulan dan menguras energi.

Peristiwa pembunuhan yang menyeret petinggi Desa Sialang Godang itu terjadi pada Selasa, 10 April 2018 lalu.

Daud Hadi saat ditemukan tewas di halaman kantor bumdes Desa Sialang Godang Kecamatan Bandar Petalangan, Pelalawan, Selasa (10/4/18).

Ada luka menganga pada bagian kepala sebelah kanan dan luka lainnya di dada. Korban ditemukan tewas mengenaskan setelah rumah korban digedor oleh dua orang laki-laki yang tidak dikenal.

Lalu korban membukakan pintu dan satu di antara pria itu masuk ke dalam rumah dan satu orang lagi berdiri di depan pintu dengan posisi menyamping.

Dalam pembicaraan orang tersebut, istri Daud Hadi, Diana Nurbaini Yusuf mendengar tentang orang datang tersebut menjelaskan tentang sendok yang bergambarkan wayang.Barang yang diperbincangkan itu akan dibawa ke kantor desa.

Melihat suaminya mengenal tamu tak diundang itu, Dian kembali masuk ke kamar. Tiba-tiba ia mendengar suara orang berantam dan melihat suaminya sudah tergeletak di halaman rumah dan bersimbah darah.

Selanjutnya Istri korban memberi tahu kepada tetangganya.Ternyata korban sudah meninggal dengan luka menganga sepanjang 10 meter diduga akibat dibacok benda tajam.

Dikenal Baik dan Kritis

Berdasarkan penuturan salah seorang warga, Zola (38), selama ini korban Daud dikenal baik dan ramah terhadap warga.

Hidupnya juga sederhana dan mendiami bekas rumah bidan desa yang berdekatan dengan kantor Desa Sialang Godang dan Kantor BUMDes.

"Saya pernah tinggal di rumah itu waktu istri saya bidan di sana. Korban ini orangnya baik kok," tutur Zola.

Namun, lanjut Zola, dibalik keramahannya Daud dikenal kritis terhadap pemerintah desa dan kecamatan serta pembangunan yang dijalankan Pemda.

Korban diketahui terdaftar sebagai anggota salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Ia sering mengkritisi kebijakan dan mengawasi pembangunan di sekitar desa selama ini.

Zola mengatakan tidak tahu persis apakah korban memiliki permasalahan dengan orang lain hingga terjadinya pembunuhan sadis itu.***(feb)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang