Rabu, 23 Januari 2019 21:07

Dugaan Perselingkuhan Oknm DPRD Kuansing,
Keluarga Terlapor Sempat Minta Mencabut Pengaduan

Anak kandung pelapor dugaan perseligkuhan oknum Anggota DPRD Kuansing kembali berikn kesaksian. Pihak keluarga terlapor pernah menghubungi untuk dicabut pengaduan kepolisiaanya.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Eko anak kandung dari pelapor yang mengadukan Dz oknum Anggota DPRD Kuansing, ke pihak Berwajib atas dugaan kasus perselingkuhan dengan pelapor sempat diminta pihak keluarga terlapor supaya mencabut aduanya di kepolisian.

Namun, permintaan ini ditolak secara halus oleh pihak pelapor, sebab nasi sudah menjadi bubur. Inilah yang disampaikan Eko kepada adik Dz yang menghubunginya melalui sambungan seluler.

Dari keterangan Eko, adik Dz ini, merupakan anggota Polisi, yang ada di Muara Lembu, Kecamatan Singingi, Eko menyebutkan namanya dia adalah Ikos.

Ikos ini kata Eko, menelpon, Selasa (23/1/2019) tadi malam, pada saat menelpon, dalam pembicaraan, ia menyampaikan permintaan supaya laporan di Polres Kuansing, atas dugaan kasus perselingkuhan Dz itu dicabut.

"Cabut la laporan, awak bakaluarga (kita keluarga) awak badunsanak (kita famili) awak dari kenek badunsanak (kita dari kecil famili) nenek kita dan segalanya macamnya," ucap Ikos saat itu kata Eko menirukan.

"Lalu saya jawab ucapanya ini, kalau keluarga yang abang sebut tak ada gunanya lagi, nasi sudah bubur, jawab saya saat itu," kata Eko.

Bahkan kata Eko, ia sempat menyampaikan ucapan akan menuntut balik jika nantinya kasus yang dilaporkan tidak terbukti. Dari pengakuan Eko, bahwa menyampaikan bahwa dirinya penyidik.

Sementara dari keterangan Ikos, saat dikonfirmasi, Rabu (23/1/2019) malam, ia membantah apa yang sampaikan Eko dan itu tidak benar. Ia selaku adik kandung Dz mempersilakan pelapor untuk meneruskan pengaduan ini.

Karena kata dia, pihak pelapor punya hak atas pengaduannya ini. Karena setiap masyarakat berhak menyampaikan pengaduan ke Polres Kuansing, sebab institusi Kepolisian adalah tempatnya pelayanan pengaduan masyarakat.

"Saya sampaikan bahwa apa yang dikatakan pelapor ini, tidak benar. Jika ia ingin melanjutkan silakan. Jangan nanti orang beranggapan pihak terlapor akan main uang atas permasalahan ini. Tentu tudingan ini tidak kita inginkan," jelas Ikos.

Kemudian Ikos menegaskan, bahwa laporan yang disampaikan pihak pelapor ini masih bersipat pengaduan, bukan laporan. Sehingga menurutnya, perlu bukti untuk memastikan kebenaran dugaan perkara ini.

"Dapat saya jelaskan bahwa kasus ini tentu tidak ada kata pencabutan, karena ini sipatnya masih pengaduan, bukan laporan polisi," terang Ikos.** (Jok)


BERITA TERKAIT :

 

Loading...

 

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang