Ahad, 20 Januari 2019 16:25

PT PHE Kampar DideadlineMulai Aspal Jalan Poros Kerumutan Awal Februari

PT Pertamina Hulu Energy Kampar diberi batas waktu untuk mulai mengaspal jalan poros Kerumutan awal Februari nanti. Dalam kesepakatan sebelumnya, seharusnya pekerjaan itu telah dilakukan akhir tahun lalu.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Pengaspalan jalan poros kecamatan Kerumutan yang menghubungi ke kecamatan Ukui kabupaten hingga saat ini belum ada tanda-tanda bakal dimulai dikerjakan oleh PT Pertamina Hulu Energy (PHE) Kampar. Padahal memorandum of understanding (MoU) atau kesepakatan PT PHE dengan masyarakat Kecamatan Kerumutan sudah dikukuhkann, pada April 2017 lalu. Hanya saja, setakat ini, belum ada sedikitpun bakal dimulai pekerjaan. Bahkan pada kesepakatan bersama kala itu, melibatkan SKK Migas, dibdalam MoUnya pula, PHE Kampar menyetujui dimulai pengaspalan jalan Poros Kerumutan sepanjang 6 kilo meter akhir 2018. Ketua Komisi III DPRD Pelalawan, Imustiar, S.Ip, Ahad (20/1/19) mendesak PHE Kampar merealisasikan janji mereka yang sudah disepakati. "Mewakili aspirasi masyarakat, kami mendesak kepada PHE Kampar, untuk merealisasikan kesepakatan yang sudah dibuat bulan April 2017 lalu. Sebagai bentuk keseriusan, kami meminta awal bulan Februari 2019 ini, sudah mulai dikerjakan dilapangan." tegas Imustiar. Imustiar yang juga anggota DPRD Daerah Pemilihan (Dapil) setempat menegaskan, jika hal ini tidak diindahkan oleh PT PHE, akan mematik kemarahan dari warga kecataman Kerumutan dan warga kecamatan Ukui. "Kita tidak menginginkan, kasus sebelumnya, seperti janji PT Medco, warga saat itu turun kejalan. Operasianal perusahaan terhenti, akibat janji-janji yang tak direalisasikan. Jadi sebelum warga marah alangkah bagusnya, direalisasikan apa yang sudah disepakati," tegasnya. Sebelumnya, pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan komisi III, perwakilan PHE Kampar, Bobi Tria A, pada RDP tersebut secara rinci menjelaskan, tentang progres MoU sudah bergulir dan dilaksanakan pihak perusahaan terutama menyangkut masalah tender. Menurutnya, tender sudah dilaksanakan pada awal bulan Agustus 2018 yang diikuti dua perusahaan. Bulan Desember 2019 ditentukan satu pemenang. Akan tetapi kala itu terjadi selisih harga menyebabkan tender batal. "Penyebab batal tender, ini lantaran terjadi selesih harga yang ditawarkan perusahaan dengan harga yang ditetapkan perusahaan. Kesimpulannya, tender dibatalkan," tandasnya. Namun demikian, saat ini sudah ada titik terang, tentang keseriusan tindak lanjut MoU pembangunan jalan Poros Kerumutan dimana sebut Bobi, lansung ditekel melalui internal PHE Kampar.***(feb)


BERITA TERKAIT :

 

Loading...

 

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang