Sabtu, 19 Januari 2019 19:48

Sasar Kaum Milenial, Luno Taja Edukasi Investasi Aset Kripto di Pekanbaru

Sebagai perusahaan global terkemuka di bidang aset kripto, Luno gelar edukasi investasi Aset Kripto di Pekaanbaru. Sasaran utamanya adalah kaum milenial.

Riauterkini - PEKANBARU - Seiring dengan tingginya minat investasi kripto khususnya Bitcoin dengan keuntungan yang cukup menjanjikan, sambangi Pekanbaru, Luno yang merupakan perusahaan global terkemuka di bidang aset kripto gelar edukasi investasi Aset Kripto bagi kaum milenial. Gelaran yang mengusung tema "NgopiBarengLuno" ini digelar di ballroom Arya Duta Hotel Pekanbaru, Sabtu (19/01/19).

Operations & Growth Lead Luno, Claristy kepada media menjelaskan gelaran edukasi investasi Bitcoin dengan aman dan mudah melalui Luno adalah program yang telah dijalankannya di berbagai daerah. Seperti Medan, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Palembang, Batam, Makassar, dan Denpasar yang telah dilakukan sejak awal 2107 lalu. Sedangkan Bumi Lancang kuning merupakan kota terakhir program roadshow ini.

"Sesuai dengan misi kita yakni merevolusi sistem keuangan dunia, gelaran ini adalah wadah edukasi kepada masyarakat mengenai Bitcoin yang sangat populer beberapa tahun belakangan. Sebab, pergerakan harganya yang signifikan serta kemungkinan keuntungan yang ditawarkan kepada para investor cukup menjanjikan," katanya.

Lanjutnya, di Indonesia aset kripto sudah ditetapkan sebagai subjek komoditi yang dapat diperdagangkan di bursa perdagangan berjangka oleh Kementerian Perdagangan melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Sejak awal 2017, Bitcoin yang merupakan salah satu jenis cryptocurrency mengalami peningkatan nilai lebih dari 500 persen yang menjadikan aset kripto ini sebagai salah satu aset dengan performa terbaik.

"Kehadiran kita di Pekanbaru, karena di sini komunitas kita banyak. Bahkan tercatat komunitas di Pekanbaru masuk dalam Top 3 secara nasional, dari segi keaktifan," paparnya.

Dikatakannya, memang rata-rata pengguna Luno berusia 22-35 tahun yang memang usia produktif. "Kita targetkan, kehadiran kita dapat lebih menjangkau member-member baru ikut bergabung dengan kita," jelasnya disela-sela edukasi.

Diinformasikannya, terdapat berbagai keunggulan Luno dibanding dengan penyediaan jasa investasi lainnya. Seperti memberikan keamanan dan kemudahan untuk menyimpan, membeli, menggunakan, dan mempelajari aset kripto seperti Bitcoin dan Ethereum. Sebab perusahaan yang didirikan oleh Marcus Swanepoel dan CTO Timothy Stranex pada tahun 2013 ini telah memiliki lebih dari 2 juta pelanggan (wallet) yang tersebar di 40 negara.

Selian itu, di Indonesia, Luno juga merupakan salah satu pendiri Asosiasi Blockchain Indonesia (A-B-I). Ini bertujuan untuk menjadi wadah pelaku industri yang bermitra dengan pemerintah untuk mensukseskan era industri 4.0 dalam menciptakan ekosistem teknologi blockchain yang berkualitas melalui regulasi, inovasi dan kolaborasi.

"Kebanyakan investor pemula mengira bahwa mereka harus membeli ​satu Bitcoin. Harga satu Bitcoin yang saat ini berada di angka sekitar 90 juta Rupiah, lalu menyebabkan para investor mengurungkan niatnya. Padahal nyatanya, di Luno pengguna dapat membeli Bitcoin mulai dari Rp15.000 saja," jelasnya.

"Hingga saat ini, secara nasional sudah terdapat 300 ribuan pengguna Luno di Indonesia. Dimana rata-rata transaksi Rp500 juta hingga Rp3 miliar," tambahnya lagi.

Sementara dalam edukasi tersebut, Luno menjelaskan mengenai beberapa hal dasar dalam berinvestasi. Seperti menentukan nominal Bitcoin, mewaspadai penipuan Bitcoin serta mempelajari berbagai ​platform yang tersedia. Misalnya, apakah platform mudah dan sederhana untuk digunakan, apakah perusahaan menyediakan sistem keamanan terbaik, apakah perusahaan memiliki tim yang handal, dan apakah perusahaan didukung oleh investor ternama.

"Selain member baru, kita berharap adanya edukasi ini dapat membantu konsumen membuat keputusan untuk memilih platform terbaik dan mengetahui cara memulai investasi di Bitcoin," pungkasnya.*(rul)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang