Jum’at, 18 Januari 2019 16:50

Sepanjang 2019, BRG Targetkan Restorasi 143.000 Hektare Gambut Konsesi Perusahaan Riau

Badan Restorasi Gambut (BRG) sepanjang 2019 ini targetkan pemulihan lahan gambut konsesi milik perusahaan di Riau. Dimana tahap awal ada sekitar 143.000 hektare lahan gambut tang ditargetkan.

Riauterkini - PEKANBARU - Terget capaian 2019 ini dipaparkan pihak BRG dalam gelaran diskusi interaktif bertema "aksi cepat restorasi gambut untuk cegah karhutla di provinsi Riau" Jum'at (18/01/18) pagi. Dimana diharapkan target tersebut tercapai hingga akhir 2019 mendatang.

Deputi Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan BRG Dr Myrna Safitri kepada media menjelaskan, restorasi di lahan gambut khususnya di wilayah konsesi adalah tanggung jawab pemegang izin. Namun, dalam hal ini BRG memiliki peran pemberi supervisi atau asisten teknis.

"Ini kita lakukan agar perusahaan mampu melakukan pemeliharaan, operasi bahkan konstruksi secara benar," terangnya.

Tambahnya, memang Riau baru masuk Januari ini. Dimana ada seluas 143.000 hektare lahan gambut konsesi hutan dan perkebunan. Ini dilakukan di 2019, sebab pada 2018 tim pengarah teknis BRG, Gubernur dan Kementerian Lembaga mengacu pada pedoman tim KLHK. Sekarang pedoman telah disiapkan

Tambah Myrna, ini juga sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 57 tahun 2016 mengenai perlindungan gambut, kegiatan restorasi di lahan perusahaan diawali dengan rencana dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).KLHK bersama Kementrian Teknis juga bertugas sebagai pengawas dalam upaya retorasi tersebut.

"KLHK akan menugaskan perusahaan yang memiliki lahan rusak akibat kebakaran, untuk melaksanakan perbaikan. Nah, kita baru akan masuk di fase ketiga, yakni memberikan supervisi hingga tuntas," bebernya.

Sementara, untuk saat ini baru di wilayah Kalimatan Barat dan Jambi lahan konsesi perusahaan yang dilakukan perbaikan. Di Riau sendiri, ada dua perusahaan pemegang izin yang akan melaksanakan restorasi tersebut. "Kita akan koordinasikan dalam rapat untuk program ini," tuturnya.

Untuk diketahui, sejak 2016, BRG telah menetapkan 814.714 hektare wilayah target restorasi gambut di Riau. Dimana 37.567 hektare berada di kawasan konservasi dan 69.779 hektare ada di kawasan hutan ataupun areal penggunaan kain yang tidak dibebani izin. Sementara 707.368 hektare atau 87 persen dari total areal target restorasi ada di wilayah konsesi kehutanan atau perkebunan. Sedangkan, sejak 2016 tersebut kegiatan di Riau, BRG telah menjangkau 78.649 hektare.***(rul)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang