Kamis, 17 Januari 2019 15:53

Petani Muara Bungkal Sambut Program DMPA PT AA-SMF

Sinar Mas Forestry (AA-SMF) Wilayah Riau kembali membuat Program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) di Desa Muara Bungkal Kecamatan Sungai Mandau Kabupaten Siak. Petani yang dilibatkan dalam program desa makmur ini pun menyambut antusias.

Riauterkini - PEKANBARU - Sinar Mas Forestry (AA-SMF) Wilayah Riau kembali membuat Program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) di Desa Muara Bungkal Kecamatan Sungai Mandau Kabupaten Siak. Petani yang dilibatkan dalam program desa makmur ini pun menyambut antusias.

Melalui program tersebut, biasanya masyarakat rata-rata panen setiap 4 sampai 5 bulan malahan bisa sampai 6 bulan, kini sudah bisa panen selama 2,5 bulan (76 hari) juga terjadinya peningkatan produksi yang biasanya dalam 1 hektar panen dalam setahun menghasilkan 300 Kg/hektar/tahun, sekarang sudah menghasilkan 3 Ton (3000 kg)/hektar/tahun berkat bantuan bibit unggul padi dari Program DMPA PT AA-SMF Wilayah Riau.

Ini dibuktikan Rabu, Tgl.16/01/2019 melakukan Panen padi dengan masa panen yang lebih cepat dan hasil produksi jauh meningkat signifikan.  

Menurut Baharudin (59) Thn Seorang petani penduduk Desa Muara Bungkal Kecamatan Sungai Mandau Kabupaten Siak yang mendapatkan program DMPA PT AA-SMF, didampingi Sarjana Pendamping, Rita Eliya Mandau yang juga merupakan Putri daerah tempatan yang tamatan Sarjana Ekonomi Universitas Islam Riau yang dipercaya PT AA-SMF jadi sarjana pendamping. Baharudin mengakui sudah bercocok tanam padi sejak Tahun 2012 yang lalu.

”Saya mempunyai 1 hektar lahan, yang sejak Tahun 2012 saya sudah bercocok tanam padi, dan 3 tahun terakhir ini saya mendapatkan bantuan Dari Program DMPA PT Arara Abadi berupa pupuk, bibit dan yang lainnya, juga perusahaan membantu penjualan hasil panen.  Harapan saya semoga Arara Abadi dapat membantu pembangunan pintu air utuk petani disini, karena air terkadang terkendala untuk persawahan disini”.

Selanjutnya Baharudin menambahkan; “panen kali ini cukup mengembirakan, karena berkat bantuan bibit dari PT Arara Abadi, sejak mulai penaman sampai panen hari ini hanya butuh 76 hari, diluar masa semai, jumlah dan beratnya juga kami lihat bertambah.

Pendamping Rita Eliya menambahkan, “Kegiatan ini bagian dari Program DMPA dari Arara Abadi yang bertujuan untuk kesejahteraan dan ekonomi masyarakat, serta untuk mencegah kebakaran lahan (karhutla), serta menjaga hubungan baik antara perusahaan dengan masyarakat. Sejak kami mendampingi petani, Alhamdulillah ada peningkatan produksi, seperti di Dusun Lipai, yang biasanya dalam 1 hektar panen dalam setahun menghasilkan 300 Kg/hektar/tahun, sekarang sudah menghasilkan 3 Ton/hektar/tahun”.

Sementara itu Pj. Penghulu Desa Muara Bungkal Thamrin (50) Thn, Kepada media menjelaskan, bahwa dahulu sebelum tahun 2012 Desa Muara Bungkal ini kebanyakan lahan kosong atau semak belukar bekas hutan yang sudah ditebang, dan sekarang lahan ini mejadi lahan milik Desa, ada lahan dengan luas 220 hektar yang sudah jadi milik desa, yang dikelola oleh masyarakat, jika masyarakat sudah tidak mampu mengkelolanya, maka masyarakat diharuskan mengembalikannya kepada Desa kembali.

“Dengan adanya program menuju swasembada pangan (padi) dari pemerintah, kebetulan kita mempunyai lahan yang merupakan salah satu jalur membuka persawahan, jadi masyarakat tidak lagi bergantung membuka perkebunan sawit, kita mengetahui sawit selama ini sistim perekonomiannya naik turun, maka untuk meningkat ekonomi masyarakat, salah satunya dengan bertani tanam padi seperti sekarang ini. Dengan adanya perusahaan Arara Abadi, dapat membantu kegiatan perekonomian masyarakat Muara Bungkal.

Ada beberapa bantuan dalam bentuk kegiatan DPMA dari PT Arara Abadi, seperti ternak dan lain lain. Selama ini kooordinasi sudah berjalan sangat baik, kita berharap kedepannya agar koordinasi lebih ditingkatkan lagi. Kami masyarakat merasakan kegiatan ini bisa banyak membantu masyarakat Desa Muara Bungkal. Kami sebagai pemerintahan desa selain berharap bantuan dari pemerintah juga berharap bantuan dari perusahaan”. Papar Thamrin. (rls)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang