Senin, 14 Januari 2019 15:40

‎Bupati Sukiman Buka Kuliah Umum dan Pentas Seni Budaya Melayu Rohul di Islamic Center

UPP bersama Disparbud Rohul menggelar Kuliah Umum dan Pentas Seni Budaya Melayu Rokan Hulu. Acara itu dibuka resmi oleh Bupati Sukiman.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Universitas Pasir Pengaraian (UPP), bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) menggelar Kuliah Umum dan Pentas Seni Budaya Melayu Rokan Hulu, Senin (14/1/2019).

Kuliah Umum dan Pentas Seni Budaya Melayu Rokan Hulu di Convention Hall Masjid Agung Islamic Center Rohul dibuka Bupati Rohul H. Sukiman, menghadirkan‎ dua Tokoh Budaya dan Cendekiawan Riau asal Rohul, yakni Dr. Al-Azhar dan Dr. drh. H. Chaidir MM.

Pada Kuliah Umum dan Pentas Seni sekaligus diuncurkan Tari Tepak Sirih yang sebelumnya bernama Tari Persembahan, sekaligus Pengenalan Buku Terjemahan Auf Neuen Wegen Durch Sumatra Max Mozkowski.

Kegiatan diprakarsai UPP bersama Disparbud Rohul dengan tema "Peran Generasi Muda Dalam Melestarikan Budaya Melayu Rokan Hulu" ini turut dihadiri‎ Dandim 0313/KPR Letkol Inf Aidil Amin, S.I.P, MI, Pol, Budayawan Melayu Riau Dr. Al-Azhar, Kepala Disparbud Rohul Drs. Yusmar M.Si, Rektor UPP Dr. Adolf Bastian, M.Pd, serta para pejabat di lingkungan Pemkab Rohul, paguyuban, serta mahasiswa.

Pada Kuliah Umum yang ditandai dengan peluncuran Tari Tepak Sirih yang ditampilkan oleh mahasiswi UPP, Bupati Rohul Sukiman mengatakan kemajuan teknologi sangat mempengaruhi tata budaya daerah, oleh sebab itu harus memperkuat budaya ketimuran.

‎Menurutnya kajian budaya yang pertama kali dilaksanakan ini sangat positif, karena memberikan kesempatan dalam mengembangkan seni budaya, dan khasanah budaya di Kabupaten Rohul.

‎"Ini (kuliah umum) sangat penting. Pertama, untuk mengenal jati diri Melayu Rokan Hulu yang sebenarnya," jelas Bupati Sukiman.

Ia mengharapkan budaya dan seni disesuaikan dan dikembangkan dengan paguyuban, kekerabatan‎ dan kekompakan, sehingga pada ujungnya meningkatkan kebersamaan dalam membangun Negeri Seribu Suluk yang beragam suku, agama dan beragam budaya‎.

"Saya mengucapkan terimakasih kepada Universitas Pasir Pengaraian dan Dinas Pariwisata yang‎ telah melaksanakan acara ini," katanya.

"Dan kami mendukung sepenuhnya untuk kebaikan kegiatan ini, sehingga berjalan kontinue dan disiapkan sarana dan prasarana sebagai pendukungnya," tambah Bupati Rohul, dan menyambut baik diluncurkan Tari Tepak Sirih.< br>
Menurutnya, Tari Tepak Sirih ini menambah budaya dan seni di Kabupaten Rohul, dan bisa dijadikan sebagai destinasi wisata di daerahnya yang berjuluk Negeri Seribu Suluk.

‎Ditanya apakah Seni dan Budaya Melayu Rohul dijadikan muatan lokal di sekolah-sekolah, Bupati Sukiman mengatakan akan melihat bagaimana perkembangannya ke depan.

Masih di tempat sama, Rektor UPP Adolf Bastian mengatakan disupport oleh Pemkab Rohul, dalam hal ini Disparbud Rohul, UPP mampu melahirkan sebuah Kreasi Tari Tepak Sirih yang akan menggantikan Tari Persembahan yang lebih mengarah kepada Melayu Deli.

"Yang kita gali dari nilai-nilai di Rokan Hulu ini muncullah Tari Tepak Sirih. Insya Allah akan menjadi pengganti Tari Persembahan. Kampus juga bertanggungjawab melestarikan budaya-budaya yang ada di Rokan Hulu, sehingga kemajemukan Rokan Hulu akan menyatu dibawah tuan rumah budaya itu sendiri, yaitu Budaya Melayu," jelas Adolf.

"Nah inilah wujud kerjasama prakarsa kampus (UPP)‎ dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang akan melahirkan kerjasama dalam pengembangan budaya Rokan Hulu," tambahnya.

Adolf mengaku UPP sudah menerapkan Mata Kuliah Budaya Melayu di kampusnya satu semester ini. Seluruh mahasiswa UPP di setiap program studi atau Prodi, wajib mengikuti‎ mata kuliah Budaya Melayu, sekaligus diskusi tentang budaya lain yang hidup dan berkembang di Kabupaten Rohul.

"Sehingga generasi muda ke depan‎ harus mampu bergaul dan berinteraksi dengan suku-suku lain dengan mempelajari budaya di suku lain tersebut, untuk menjamin keberlangsungan Kabupaten Rokan Hulu yang majemuk, dalam bingkai NKRI," pungkas Rektor UPP, Adolf Bastian.

Sementara, Kepala Disparbud Rohul, Yusmar,‎ mengatakan Kuliah Umum dan Pentas Seni ini sebagai ruang untuk bergerak.

"Ibarat kita di satu rumah, saya bisa mencontohkan, paguyuban dan kekerabatan masih di ruang tamu. Nah sekarang kita berikan kamar, supaya rumah ini rasanya ada milik bersama, yang harus kita jaga bersama yang harus kita bangun bersama untuk memajukan dan memelihara rumah ini, baik ancaman dari dalam dan rumah agar rukun, damai dan kekeluargaan," jelas Yusmar.

"Itu tujuan utama adanya ruang untuk berkembang. Jadi Melayu sebagai induk, tapi tidak kita menampikkan bahwa ada paguyuban dan kekerabatan yang harus kita kembangkan, dan menjadi kewajiban pemerintah daerah memperhatikannya," jelas pria yang pernah menjabat Kabag Humas Setdakab Rohul ini.

Kepala Disparbud Rohul, Yusmar, mengatakan dengan melibatkan mahasiswa sebagai kaum intelektual, maka pengembangan budaya dan seni Melayu Rohul kepada generasi muda akan tercapai sesuai harapan bersama.***(Adv/Pemkab Rokan Hulu)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang