Kamis, 10 Januari 2019 20:43

Investasi Berujung Pidana, Dirut PT SSS Jalani Sidang

Perkara penggelapan yang menjerat Direktur PT SSS mulai disidangkan. Terdakwa berencana mengajukan eksepsi pada sidang pekan depan.

Riauterkini-PEKANBARU- Anton Khasdi (49) warga Jalan Siak, Kecamatan Payung Sekaki, dan juga selaku Direktur Utama PT Surya Satria Sentosa (SSS). Kamis (10/1/19) sore, mulai menjalani sidang tindak pidana penggelapan yang menjeratnya.

Anton yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Erik SH, kepersidangan di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, dijerat jaksa dengan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan.

Dalam persidangan yang dipimpin majelis hakim Martin Ginting SH. Perbuatan terdakwa ini terjadi tahun 2014 lalu. Saat terdakwa menjalin kerjasama dalam hal investasi perminyakan dengan Susanto, serta pihak PT Pelita Lautan Sejahtera (PLS).

Atas perbuatan terdakwa. Susanto selaku investor telah merasa dirugikan," ucap Erik.

Atas dakwaan JPU tersebut, terdakwa berencana akan mengajukan eksepsi pada sidang pekan depan.

Usai sidang, Anton Khasdi melalui kuasa hukumnya, Dwipa Dalius SH menjelaskan awal mula permasalahan perkara ini. Dimana pada tahun 2014 itu. Susanto datang menemui Anton dengan maksud ingin berinvestasi bisnis minyak di perusahaan (PT SSS) yang dipimpin Anton Khasdi.

Mengingat di PT SSS, tidak ada peluang untuk berinvestasi tersebut. Maka Anton Khasdi menyarankan kepada Susanto agar berinvestasi di PT PLS," kata Dwipa kepada riauterkini.com di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru.

Selanjutnya, setelah adanya kesepakatan. Susanto menginvestasikan dana ke PT PLS sebesar dengan total keseluruhannya Rp 3,5 Miliar, dan Investasi dana ini tercatat dalam buku daftar Notaris Nurhayati SH.

" Pada tanggal 19 Agustus 2014 sebesar Rp 1 Miliar. Kemudian pada tanggal 28 Agustus 2015 sebesar Rp 1 Miliar. Tanggal 1 September 2015 sebesar Rp 300 juta, dan tambah lagi pada tanggal 2 Oktober 2015 sebesar Rp 700 juta. Selanjutnya tanggal 2 Februari 2016 diinveskan lagi sebesar Rp 500 juta oleh Susanto ke PT PLS," terang Dwipa.

Dengan Investasi dana milik Susanto kepihak PT PLS. Susanto sendiri pun sudah sering atau sudah berulang ulang menerima fee dari PT PLS. Dan itu tercatat dalam bukti kas keluar PT PLS," sambung Dwipa.

Ditegaskan Dwipa bahwa, Dalam investasi dana antara Susanto dengan PT PLS. Kliennya Anton Khasdi tidak pernah bertindak secara hukum mewakili PT PLS. Selain itu, Susanto tidak pernah mengadakan investasi dana di PT SSS, perusahaan yang dipimpin Anton Khasdi. Tetapi Susanto hanya mengadakan perjanjian investasi dengan PT PLS.

" Jadi hubungan bisnis Susanto ini dengan pihak PT PLS, dan tidak ada berhubungan dengan perusahaan Anton. Jika Susanto merasa dirugikan, maka Susanto dapat mengajukan upaya hukum kepada PT PLS, dan bukan kepada klien saya Anton Khasdi," jelas Dwipa.***(har)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang