Kamis, 10 Januari 2019 15:53

‎Sumbang Kas Negara Rp288 Juta,
Kejari Rohul Lelang 28 Item Barang Rampasan Negara Selama 2018

Kejari Rokan Hulu sumbang kas negara sekira Rp288 juta, dari hasil lelang 28 item barang hasil rampasan negara yang sudah punya kekuatan hukum dari Pengadilan selama 2018.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Kejaksaan Negeri (Kejari) Rokan Hulu (Rohul) sumbang kas negara sekira Rp 288 juta, dari hasil lelang 28 item barang hasil rampasan negara yang sudah punya kekuatan hukum dari Pengadilan selama 2018.

Kepala Kejari Rohul Freddy Daniel Simandjuntak SH, M.Hum, melalui Kasubbag Pembinaan Kejari Rohul Eddy Sugandi Tahir SH, mengatakan lelang 28 item barang rampasan negara dilakukan secara online oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Pekanbaru, Riau, bukan melalui cara konvensional lagi.

Pelelangan barang rampasan negara dari sejumlah perkara, termasuk limpahan dari Kepolisian di jajaran Polres Rohul dilakukan dua kali selama 2018, yakni Februari dan November 2018.

Gandi mengatakan bagi masyarakat yang akan mengikuti pelelangan bisa mendaftar di website resmi pelelangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di l elangdjkn.kemenkeu.go.id‎.

Lelang pertama pada Februari 2018, jelas Gandi, ada sekira 13 item barang rampasan negara yang dilelang pihak KPKNL‎ Pekanbaru, termasuk 2 truk, 1 pick up L300, beberapa sepeda motor, serta barang lainnya.

Selanjutnya, sambung Gandi, pelelangan pada November 2018 ada sekira 15 item barang sitaan negara dilelang, seperti 1 mobil pick up Helen yang belum laku, beberapa kubik kayu gelondongan, dan 13 motor.

"Dari lelang kedua ini 13 sepeda motor sudah terjual. Kayu sendiri sudah kali dilelang, namun tidak ada peminatnya," ungkap Gandi, Kamis (10/1/2019).

Gandi menambahkan, mobil pick up Helen dengan buka harga Rp 6 juta sempat ditawar sampai Rp 78 juta, namun sampai saat ini pemenang belum melunasinya ke kas negara.

‎Gandi menuturka bagi masyarakat Rohul yang akan mengikuti lelang bisa mendaftar dan membuat akun di lelangdjkn.kemenkeu.go.id‎.

"Silahkan masyarakat mengikuti prosedurnya," tambahnya.

‎Gandi mengharapkan masyarakat mengikuti peraturan hukum berlaku dan tidak melakukan pelanggaran tindak pidana, sehingga tidak berakibat pada diri sendiri dan orang lain.***(zal)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang