Kamis, 6 Desember 2018 21:18

Harga Sawit Anjlok, Petani Minta Pemda Carikan Solusi

Petani kelapa sawit di Kuansing keluhkan jatuhnya harga TBS. Pemerintah daerah diminta untuk segera mencarikan solusi untuk memperbaiki harga.

Riauterkini - TELUK KUANTAN - Anjloknya harga sawit terutama ditingkat bawah, membuat petani sawit mulai mengeluh, mereka berharap pemerintah daerah bisa mencarikan solusi jatuhnya harga TBS ini.

Kondisi ini, lebih dirasakan petani yang memiliki lahan perkebunan sawit berukuran kecil. Kemudian, belum lagi upah saat panen untuk membayar pekerja.

Erianto, warga asal Kecamatan Hulu Kuantan, salah satunya petani sawit yang merasakan kondisi ini.

"Kami yang mempunyai lahan 1-2 hektare, jika saat panen diupahkan, uangnya tak ada lagi yang kami terima. Belum lagi beli pupuk. Seperti pekan kemarin, harga jual sawit pada tengkulak hanya Rp. 670 per kilo. Kami petani berharap ada solusinya dari pemerintah daerah," ujar Erianto, Kamis (6/12/2018) kepada riauterkini.com.

Kepala Bidang Perkebunan Kuansing, Syoffinal, menanggapi masalah ini, jalan satu-satunya, yang bisa dilakukan menurutnya, membuat perusahaan minyak goreng di Kuansing.

"Mungkin dengan cara ini, para petani sawit di Kuansing tidak lagi bergantung dengan harga yang ditetapkan pemerintah provinsi setiap pekannya. Kalau kita punya perusahaan minyak goreng, selain menunjang PAD, harga sawit juga tidak bergantung ke Provinsi," ujar Soffinal.* (Jok)


BERITA TERKAIT :

 

Loading...

 

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang