Rabu, 5 Desember 2018 20:53

Koperasi Meskom Sejati Bengkalis Bantah Tidak Transparan Bagi Hasil Lahan Plasma

Koperasi Meskom Sejati, Bengkalis menjawab tudingan tidak transparan dalam bagi hasil kepada anggota. Pemberian disebut diberikan melihat hasil produksi.

Riauterkini-BENGKALIS- Sekretaris Koperasi Meskom Sejati Bengkalis, Norizal menyatakan, tahun 2018 ini pihaknya baru memberikan dana senilai Rp119 ribu langsung ditransfer ke rekening setiap kepala keluarga (KK) pada November lalu. Namun pihaknya membantah bahwa pembagian bagi hasil itu pertriwulannya harus sebesar Rp900 ribu per-KK, akan tetapi pembagian melihat hasil produksi tandan buah segar sawit lahan plasma dengan PT. Meskom Agro Sarimas (MAS) Bengkalis.

"Tidak benar ada kesepakatan dibayarkan pertriwulan senilai Rp900 ribu. Tetapi diberikan melihat hasil produksi," ungkap Norizal ketika dikonfirmasi wartawan, Rabu (5/12/18).

Alasan tersebut disampaikan pihak Koperasi Meskom Sejati, Bengkalis untuk menjawab tudingan dan dinilai tidak transparan dalam bagi hasil kepada anggota koperasi yang notabenenya adalah masyarakat. Seperti anggota di Desa Teluk Latak, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, karena untuk tahun ini per KK hanya baru menerima Rp119 ribu.

Ketua Kelompok Dusun Simpang Baru Desa Teluk Latak, Kaharuddin menyampaikan, untuk tahun ini diberikan jauh dari tahun sebelumnya pertriwulannya, minimal menerima minimal sebesar Rp900 ribu dengan luas lahan sekitar satu hektar.

"Ditahun ini, hanya menerima Rp119 ribu ditransfer melalui rekening penerima pada bulan November kemarin. Dengan alasan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan oleh pihak Koperasi Meskom Sejati," ungkap Kaharuddin sambil menunjukan bukti.

Dari pengakuan pengurus Koperasi Meskom Sejati pihaknya akan memberikan kekurangan dana dalam tahun ini. Tetapi hingga Desember belum juga diterima oleh delapan kelompok perwakilan masyarakat terdiri dari 40 KK perkelompok.

"Kita sudah mencoba temui ketua koperasi (H. Abrar Muhadar, red)., tetapi hingga saat ini tidak terealisasi. Masyarakat merasa dirugikan pihak koperasi, apalagi kurang transparansi dalam laporan hasil produksi sawit kepada kelompok. Kami tidak pernah ditunjukan laporan hasil produksi, bahkan rapat tahunan tidak pernah dilaksanakan," keluhnya.***(dik)


BERITA TERKAIT :

 

Loading...

 

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang