Kamis, 15 Nopember 2018 16:23

Sidang Oknum Polisi Penganiaya Pacar,
Saksi Ahli Diingatkan Hakim Tak Ikut Tentukan Pasal Dakwaan

Saksi ahli dalam sidang dugaan penganiayaan oknum personel Polda Riau, gelagapan disemprot hakim. Pasalnya, ia menilai pasal yang didakwakan kepada terdakwa kurang tepat.

Riauterkini-PEKANBARU-Zulkarnain, Saksi ahli yang dihadirkan ke persidangan kasus dugaan penganiayaan dengan terdakwa Aditya Pratama, oknum polisi yang bertugas di Polda Riau, langsung gelagapan begitu keterangannya tidak dapat diterima majelis hakim.

Dimana Zulkarnain mengatakan jika terdakwa seharusnya dikenakan Pasal 352 dan bukan Pasal 351 ayat 2, seperti yang didakwakan jaksa.

"Dalam perkara ini, terdakwa seharusnya dikenakan Pasal 352 dan bukan 351," kata Zulkarnain.

Ucapan Zulkarnain sebagai saksi ahli pidana ini, langsung dipotong majelis hakim yang diketuai Martin Ginting SH.

"Yang menentukan itu adalah hakim bukan saksi ahli, kami menentukan itu berdasarkan musyawarah bersama," ucap Hakim Martin dengan keras,

Mendengarkan bantahan tersebut saksi ahli pun mejawab dengan nada rendah,

"Saya menyampaikan sesuai dengan keilmuan saya," tuturnya.

"Saudara menjawab dengan keilmuan saudara, bukan menentukan ini," jawab Hakim Martin lagi.

Zulkarnain, yang dihadirkan bersaksi oleh pihak terdakwa tampak gelagapan disemprot hakim.

Pada Sidang lanjutan perkara penganiayaan yang dilakukan terdakwa Aditya Pratama terhadap korban atas nama Ariyati Ningsih di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Kamis (15/11/18) siang itu.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga menghadirkan tiga saksi lainnya yaitu, Dedi Affandi (Ahli Medis) Kemudian M Arif (anggota Polda Riau) dan Kasubag Pelayanan Rumah Sakit Bhayangkara, Suprianto.

Dari keterangan saksi-saksi tersebut, terdakwa Aditya Pratama membenarkan keterangan mereka.

Perlu diketahui sebelumnya, berdasarkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Wilsa SH, Aditya Pratama dihadirkan ke persidangan atas perbuatan tindak penganiayaan terhadap kekasihnya Ariyati Ningsih.

Perbuatan tindak penganiayaan yang dilakukan terdakwa tersebut terjadi pada hari Minggu tanggal 26 November 2017 pukul 22.15 WIB di rumah terdakwa di Jalan Datuk Setia Maharaja, Tangkerang Pekanbaru.

Atas tindakan terdakwa tersebut, korban Ariyati Ningsih, mengalami rahang patah, kepala bocor, badan memar-memar. Dan atas perbuatannya itu, JPU menjerat terdakwa dengan Pasal 251 ayat 2 KUHP, tentang penganiayaan.***(har)


BERITA TERKAIT :

 

Loading...

 

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang