Jum’at, 9 Nopember 2018 17:28

Dinkes Rohul Temukan 19 Kasus DBD Selama Oktober dan September 2018

Sebanyak 19 kasus DBD terjadi di Rohul selama bulan Oktober dan September 2018. Tiga warga asal Kecamatan Tambusai sempat mendapat rawatan di rumah sakit.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Berdasarkan laporan diterima Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), sedikitnya telah terjadi 19 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di sejumlah desa.‎

Kepala Dinkes Kabupaten Rohul dr. Bambang Priono, melalui Seketaris Dinkes Rohul drg. Septien Asmarwiati M.Kes, mengatakan sesuai laporan pada September 2018 ada 10 kasus DBD menyerang warga.

Sedangkan di Oktober 2018 lalu, sedikitnya ada 9 kasus DBD, terdiri di Kecamatan Tambusai 3 kasus, Ujung Batu 3 kasus, Rambah 1 kasus, dan Kecamatan Tandun 3 kasus.

Dari 19 kasus DBD yang terjadi, 3 warga asal Kecamatan Tambusai yang terserang DBD sempat mendapatkan dirawat di RSUD Rohul.

Menurut Septien, perkembangbiakan nyamuk aedes aegipty atau nyamuk penyebab DBD sangat cepat, sehingga harus dilakukan pemberantasan sarang nyamuk di sekitar rumah.‎

Diakuinya, langkah efektif untuk memberantas nyamuk sebenarnya bukan dengan fogging, sebab hal itu hanya mampu memberantas nyamuk dewasa, sedangkan jentik nyamuk tidak mati.

"Cara paling ampuh untuk kita lakukan hanyalah melaksanakan tiga M, yaitu Menutup, Menguras dan Menimbun," jelas Septien.

Mencegah DBD menyebar, Septien mengimbau seluruh masyarakat Rohul untuk melaksanakan tiga M, sehingga jentik nyamuk tidak berkembang biak di dalam kaleng, ember dan ban bekas di sekitar rumah.

"Lebih baik mencegah dari pada mengobati," pungkas perempuan yang pernah menjabat Direktur RSUD Rohul ini.***(zal)


BERITA TERKAIT :

 

Loading...

 

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang