Kamis, 8 Nopember 2018 15:04

Ritual Mandi Safar Pulau Rupat Berlangsung Meriah

Disparbudpora Bengkalis kembai gelar tradisi kearifan lokal riatual Mandi Safar. Acara yang di pusatkan di Pulau Rupat berlangsung meriah.

Riauterkini-BENGKALIS- Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bengkalis kembali menggelar kegiatan tradisi kearifan lokal, riatual Mandi Safar seperti tahun-tahun sebelumnya.

Tradisi Mandi Safar di Pantai Tanjung Lapin Desa Tanjung Punak, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, Rabu (7/11/18) kemarin dimeriahkan dengan kehadiran sekitar ratusan warga Pulau Rupat.

Puncak ritual dilaksanakan di lokasi yang berhampiran dengan Selat Malaka tersebut, bahwa pada hari Rabu adalah spesial karena menjadi hari terakhir di bulan Safar atau disebut oleh warga tempatan dengan Rabu Capok. Di hari tersebut seluruh keluarga dikumpulkan untuk memohon do'a restu dijauhkan dari segala bencana yang berlaku.

Perhelatan tahunan ini, ratusan warga setempat antusias menyaksikan acara inti yakni prosesi Mandi Safar terhadap anak-anak. Dan penyiraman secara simbolis dilakukan oleh Bupati Bengkalis Amril Mukminin diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan (II), H. Heri Indra Putra, Kapolres Bengkalis AKBP Yusup Rahmanto, S.I.K, Kepala Disparbudpora Kabupaten Bengkalis, H. Anharizal.

Salah satu festival sebagai ikon daerah di Kabupaten Bengkalis ini, menurut Ketua Lembaga Ada Melayu Riau (LAMR) Kecamatan Rupat Utara, H. Abdullah, bahwa tradisi Mandi Safar adalah kearifan lokal warga di Pesisir Pantai Tanjung Punak dan Teluk Rhu, Kecamatan Rupat Utara. Inti dari tradisi ini adalah do'a agar terhindar dari malapetaka.

"Sebelum mandi, sebagai penolak bala dari sumur tua yang telah dimasukkan wafaqnya bersama-sama, warga terlebih dahulu menggelar doa dan tepuk tepung tawar yang terdiri dari beras putih, kuning beretih dan tepung beras sebagai perlengkapan," ujar H. Abdullah.

Sementara itu, H. Heri Indra Putra mewakili Bupati Bengkalis menyampaikan, mendukung agar kegiatan ritual Mandi Safar untuk terus dilestarikan secara bersama-sama. Hal ini, sebagai upaya untuk memancing minat wisatawan untuk berkunjung ke Pulau Rupat khususnya di Kecamatan Rupat Utara.

Menurut Heri, ritual Mandi Safar adalah suatu upaya spiritual ke arah pendekatan diri kepada sang Pencipta yang dilakukan oleh sebagian masyarakat muslim di beberapa wilayah di nusantara, seperti di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis ini.

"Kita patut bersyukur karena masih memiliki sikap budaya yang kuat, sehingga bidang seni dan budaya terus mendapat perhatian yang besar dalam kebijakan pembangunan yang dilakukan, baik tingkat Provinsi Riau, maupun Kabupaten Bengkalis khususnya," katanya lagi.

Hal ini tentunya sejalan dengan program Provinsi Riau di dalam visi Riau 2020, yang akan menjadikan kebudayaan sebagai sebuah tiang agung pembangunan, bahkan matlamat akhir dari tingkat pembangunan kebudayaan itu adalah bagaimana menjadikan Riau sebagai pusat kebudayaan melayu di Asia Tenggara. Dengan semboyan Riau The Home Land Of Melayu, Riau adalah tanah tumpah darahnya Melayu.

Prosesi puncak Festival Mandi Safar selain H. Heri Indra Putra, juga tampak hadir sejumlah pejabat Administrator di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis, Camat Rupat Utara, Agus Sofyan, Sekretaris Kecamatan Rupat Utara, Khairunnazri, Ka. KUA Rupat Utara, Surianto serta sejumlah kepala UPT/UPTD, kepala desa (Kades) se-Kecamatan Rupat serta undangan lainnya.***(dik)

Foto Humas : Mewakili Bupati Bengkalis, H. Heri Indra Putra menyiramkan air ritual Mandi Safar, Rabu (7/11/18) kemarin.


BERITA TERKAIT :

 

Loading...

 

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang