Rabu, 7 Nopember 2018 17:02

LHK Riau Sebut Nasib Perambah Hutan PT. Ronatama di Inhu Ditangan PN Rengat

Perkara dugaan kasus perambahan HPT oleh PT. Ronatama telah P. 21. Nasib kebun perusahaan kini berada di PN Rengat.

Riauterkini-RENGAT-Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Propinsi Riau menegaskan, nasib kebun PT.Ronatama yang diduga telah melakukan perambahan hutan HPT di Desa Siambul Kecamatan Batang Gansal, Inhu berada di tangan Pengadilan Negeri (PN) Rengat.

Penegasan Dinas LHK Propinsi Riau terkait nasib kebun PT.Ronatama yang menunggu putusan PN Rengat, karena saat ini PN Rengat tengah menangani kasus pidana pelaku perambah hutan HPT Martua Sinaga (48) mantan Askep PT.Ronatama. Disampaikan Kadis LHK Propinsi Riau Ervin Rizaldi, Rabu (7/11/18) melalui selulernya.

"Berkas perkara tersangka MS telah dilimpahkan kepada Kejaksaan Negeri Rengat, karena telah P.21 sesuai KUHAP. Terkait aktifitas kebun tersebut tentu menunggu hasil persidangan yang sedang berjalan," tegasnya.

Saat ditanya sanksi apa yang akan diterapkan terhadap kebun PT.Ronatama yang diduga telah melakukan perambahan hutan HPT, untuk kemudian dialih fungsikan menjadi perkebunan kelapa sawit dengan luas mencapai ratusan hektar tanpa adanya izin pelepasan atau pinjam pakai dari KLHK RI. Kadis LHK Propinsi Riau mengatakan menunggu proses hukum yang sedang berjalan.

"Tergantung putusan pengadilan, kita tunggu proses hukum," ungkapnya.

Sementara itu Humas PN Rengat, Immanuel Sirait saat dikonfirmasi melalui selulernya terkait nasib kebun PT.Ronatama yang berada di PN Rengat mengatakan, saat ini pihaknya tengah menangani kasus pidana dugaan perambahan hutan HPT oleh person bukan korporasi atau perusahaan.

"Yang sedang diadili di PN Rengat adalah Martua Sinaga dan bukan PT.Ronatama," jelasnya.

Sebagaimana diketahui, Martua Sinaga Askep PT.Ronatama sempat buron selama setahun dan kemudian ditangkap tim KLHK Propinsi Riau bersama tim kejaksaan, untuk kemudian diajukan ke PN Rengat karena diduga telah melakukan perambahan hutan HPT dengan alat bukti dua unit eksavator di Desa Siambul Kecamatan Batang Gansal, Inhu dengan luas mencapai ratusan hektar. Tanpa adanya izin pelepasan atau pinjam pakai dari KLHK RI. *** (guh)


BERITA TERKAIT :

 

Loading...

 

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang