Kamis, 18 Oktober 2018 07:56

Komnas HAM.Datanggi Pemkab Kuansing Bahas Persoalan Tambang Emas Ilegal

Pemkab Kuansing kedatangan tamu. Komnas HAM datang bertanya soal penanganan penambang emas ilegal.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Tak kunjung teratasinya Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kuansing oleh Pemerintah daerah membuat Komisi Nasional Hak Asasi Manusia terpaksa turun tangan dan berdialog dengan Pemkab Kuansing membahas persolan yang krusial ini.

Melalui pertemuan Audensi di Ruang Multimedia, Rabu (17/10/2018) siang, Johan Effendi, dari Komnas HAM menyampaikan, bahwa kegiatan PETI hampir ada di seluruh Indonesia. Dampak dari aktivitas ini, menurutnya bermuara terhadap HAM.

Sehingga mudaratnya jauh lebih besar dibandingkan keuntungan yang didapat.

Dijelaskan, Johan Effendi, dampak dari aktivitas ini, bisa menyebabkan cacat genetik akibat racun air raksa kimia mercury logam berat.

"Ini harus disampaikan ke masyarakat. Karena saya rasa tidak ada orang normal yang mau keturunannya jadi cacat," kata Johan.

Menjawab itu, Bupati Mursini menyampaikan, bahwa sejauh ini Pemkab Kuansing sudah berupaya bersama Forkompimda memberantas PETI dengan merazia, bahkan memberikan penyuluhan. Namun, belum membuahkan hasil sepenuhnya.

"Sebab kadang kala ketika aparat melakukan razia, sudah bocor duluan. Sehingga ketika razia dilakukan tidak ada pelaku yang tertangkap. Karena mereka sudah pergi sebelum pihak berwajib datang," jelas Mursini.*** (Jok)


BERITA TERKAIT :

 

Loading...

 

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang