Rabu, 17 Oktober 2018 20:59

‎Disparbud Rohul Lirik Lokasi Pengembalaan di Dua Kecamatan Sebagai Destinasi Wisata Baru

Pemkab Rohul gelar rapat Rapat Rencana Induk Pengembangan Wisata Sabana Pengembalaan Ternak. Pemerintah berencana mengembangkan lokasi pengembalaan ternak di tiga desa.

Riauterkini-‎PASIRPANGARAIAN- Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) berencana mengembangkan lokasi pengembalaan ternak di tiga desa di Kecamatan Rambah dan Kecamatan Bangun Purba, sebagai destinasi pariwisata baru di daerahnya.

Rencana tersebut terungkap di Rapat Rencana Induk Pengembangan Wisata Sabana Pengembalaan Ternak di aula Kantor Disparbud Kabupaten Rohul, Pasirpangaraian, Rabu (17/10/2018).

Rapat Rencana Induk dipimpin Kepala Disparbud Rohul Drs. Yusmar M.Si, turut dihadiri Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Rohul Hj. Sumiartini, perwakilan Camat Rambah dan Camat Bangun Purba, Dinas Peternakan dan Perkebunan Rohul, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Rohul, Kepala Desa Tanjung Belit Mawardi, Ketua BPD Rohul, serta Ketua dan Anggota Kelompok Ternak.

Pada rapat terungkap, luas lahan pengembalaan ternak yang ada di tiga desa, yakni Desa Tanjung Belit, Desa Bangun Purba Timur Jaya, dan Menaming, erdasarkan dokumen tahun 2002 seluas 160 hektar (ha). Dan berdasarkan dokumen tahun 2015 seluas 219 ha.

"Data tahun 2015 ini sebagai data awal yang dilakukan survey ulang," jelas Kepala Disparbud Rohul‎ Yusmar kepada riauterkinicom usai rapat, Rabu.

Sedangkan data perkiraan luas lahan pengembalaan ternak sesuai data 6 kelompok, sambung Yusmar, ada sekira 255 ha, terdiri milik kelompok Pasir Siabu ‎sekira 60 ha, kelompok Pasir Panjang 50 ha, kelompok Pasir Pulang Hotang 25 ha, kelompok Tanjung Belit 50 ha, kelompok Pasir Genidi 40 ha, dan kelompok Pasir Pandak 30 ha.

Mantan Kabag Humas Setdakab Rohul juga mantan Kepala Disdukcapil Rohul ini mengatakan status lahan milik 6 kelompok tersebar di tiga desa ini adalah milik masyarakat, namun Disparbud minta agar pemerintah desa setempat mensosialisasikan ke masyarakat setempat.

Untuk status lahan, kata Yusmar, perlu dilakukan penyebaran kuesioner ke seluruh masyarakat di tiga desa,‎ sehingga tidak terjadi persoalan di belakang hari.

"Bila tidak ada lagi persoalan, termasuk masalah lahan, maka kelanjutan perencanaan lebih mulus. Tapi kalau persoalan di bawah belum selesai, kita khawatir persoalan-persoalan lain akan muncul di belakang hari," pungkas Kepala Disparbud Rohul Yusmar.

‎Sementara, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Rohul, Sumiartini, sangat mendukung langkah dilakukan Disparbud Rohul dalam mengangkat potensi pariwisata yang ada di daerah berjuluk Negeri Seribu Suluk.

Menurut Sumiartini, sektor pariwisata sangat berpotensi mendongkrak Pendapatan Asli Daerah atau PAD dan meningkatkan perekonomian masyarakat Rohul.

Sumiartini mengaku dirinya bersama Komisi II DPRD Rohul siap perjuangkan anggaran ke pemerintah pusat, upaya membangkitkan potensi pariwisata yang ada di Kabupaten Rohul, apalagi sektor minyak dan gas bumi atau Migas tidak bisa diharapkan lagi oleh daerah.

"Kami dari Komisi II DPRD Kabupaten Rokan Hulu akan berusaha dan semampu kami untuk memperjuangkan dana di pemerintah pusat, demi majunya pariwisata‎ di Kabupaten Rokan Hulu," kata Sumiartini saat rapat di Kantor Disparbud Rohul.***(adv/hum/zal)


BERITA TERKAIT :

 

Loading...

 

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang